PADANG, METRO–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal berkeliling kabupaten kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 5 hingga 15 Oktober 2023. Kegiatan bertajuk Roadshow Bus KPK 2023 “Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi” itu melalui enam provinsi di Sumatera, yakni, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumbar, Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.
Inspektur Daerah Provinsi Sumbar, Delliyarti mengatakan, Bus KPK memasuki Provinsi Sumbar melalui Kota Payakumbuh pada 5 Oktober 2023 dan masuk ke Kota Padang pada 7 Oktober 2023. Kedatangan rombongan KPK ini akan disambut dengan pawai pelajar di sepanjang jalan.
“Kedatangan Bus KPK ini juga akan diselenggarakan serangkaian acara dan kegiatan terkait penegakan aksi anti-korupsi. Target sasarannya di antaranya pelajar, mahasiswa, aparatur pemerintah kabupaten kota, OPD pelayanan publik, DPRD, swasta, komunitas dan mayarakat,” terang Delliyarti didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar, Siti Aisyah, Kamis, (5/10) di Aula Kantor Diskominfotik Sumbar.
Delliyarti merinci kegiatan Roadshow Bus KPK 2023 tersebut yakni, Kamis-Jumat(5-6/10) Bus KPK sampai di Kota Payakumbuh menggelar sosialisasi kepada ASN, pelajar dan mahasiswa. Kemudian Sabtu (7/10), Bus KPK berangkat dari Kota Payakumbuh dengan rute Kota Bukittinggi. Di kota wisata ini, Bus KPK akan melakukan pengambilan footage di Jam Gadang.
Selanjutnya menuju Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Di dua daerah ini dilakukan penyambutan dengan pawai pelajar pada sekolah yang dilalui. Yakni, SMA 1 Lubuk Alung, SMA 7 Padang dan SMA 2 Padang.
Memasuki Kota Padang, melalui Pantai Padang juga dilaksanakan pengambilan footage di Jembatan Siti Nurbaya. Kemudian Bus KPK menuju ke Masjid Raya Sumbar dan selanjutnya ke Kantor Gubernur Sumbar.
Bus KPK, Minggu (8/10) melakukan publikasi kepada publik atau masyarakat melalui kegiatan car free day (CFD). Selanjutnya Senin (9/10) koordinasi teknis Panitia KPK dan Pemprov Sumbar.
“Hari berikutnya, Selasa (10/10) digelar lomba cerdas cermat dengan tema anti-korupsi dengan peserta Perangkat Daerah Pemprov Sumbar. Juga ada nonton bareng film anti-korupsi di SMKN 2 Padang dan kuliah umum di Universitas Putra Indonesia (YPTK),” terang Dellyarti.
Berikutnya, Rabu (11/10) juga digelar lomba cerdas cermat dengan tema anti-korupsi (babak penyisihan). Juga ada kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) anti-korupsi kepada pelajar SMP sederajat dan ASN Pemkab Solok.
Acara berlanjut Kamis (12/10) berupa pembukaan acara Roadshow Bus KPK dan penguatan integritas kepada penyelenggara negara. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan KPK, Alexander Marwata, Forkopimda, instansi vertical, pemda, dan OPD Pemprov Sumbar. Juga ada kunjungan ke booth KPK oleh Gubernur Sumbar dan Pimpinan KPK serta rombongan.
“Hari itu juga ada live talkshow TVRI yang dihadiri Pimpinan KPK Alexander Marwata dan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Studio TVRI Sumbar,” terangnya.
Hari itu juga ada bimtek pengendalian gratifikasi pada Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) kabupaten kota dan pemerintah daerah terkait. Sosialisasi gratifikasi di lingkungan Pemprov Sumbar, kuliah umum di Universitas Bung Hatta dan edukasi anti-korupsi kepada pelajar TK.
Hari berikutnya, Jumat (13/10) Bus KPK menuju Masjid Raya Sumbar, salat Jumat berjamaah. Di masjid ini juga digelar semifinal dan final lomba cerdas cermat, edukasi antikorupsi pelajar SMP, sosialisasi anti-korupsi untuk DPW/DPD Anggota DPRD Sumbar yang dihadiri Pimpinan KPK. Juga ada pameran pelayanan publik.
Selanjutnya, Sabtu (14/10) di Kampus UNP juga digelar sosialisasi anti-korupsi kepada mahasiswa , FGD hasil monitoring evaluasi (monev) SPI pendidikan, nonton bareng dan diskusi film anti-korupsi serta Insight. Terakhir Minggu (15/10) di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, digelar senam anti-korupsi dan pelepasan Bus KPK. Juga ada quiz dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. (fan)






