PAYAKUMBUH/50 KOTA

Dihadiri 3 Penyair Luar Negeri, Payakumbuh Poetry Festival Dibuka Supardi, Kota Seniman, Banyak Seniman Lahir di Payakumbuh 

0
×

Dihadiri 3 Penyair Luar Negeri, Payakumbuh Poetry Festival Dibuka Supardi, Kota Seniman, Banyak Seniman Lahir di Payakumbuh 

Sebarkan artikel ini
FESTIVAL PAYAKUMBUH POETRY— Ketua DPRD Sumbar membuka kegiatan Payakumbuh Poetry Festival, Rabu (4/10) malam.

SUKARNOHATTA, METRO–Dihadiri Tiga orang penyair dari luar negeri dan Sepuluh orang pe­nyair dari dalam negeri, Payakumbuh Poetry Festival (PPF) se-Asia Tenggara tahun 2023 yang digelar di Agam Jua Cafe and Art resmi dibuka Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, Rabu (4/10) ma­lam.  Payakumbuh Poetry Festival yang akan berlangsung sampai Sabtu (7/10) itu, turut dihadiri Ke­tua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Deni Asra, Pj. Wali Kota Payakumbuh diwakili Staf Ahli bidang SDM, Elvi Jaya, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, diwaliki Dewi Ria, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Prima Yanuarita, Kepala Perpustakaan Kabupaten Lima Puluh Kora, Radimas.

Kegiatan yang dimulai dengan pemutaran Puisi Visual karya Finalis Lomba Puisi Visual tahun 2023, juga dihadiri seniman dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.  Nantinya, selain kegiatan lomba puisi, pertunjukan puisi mo­dern dan tradisional, dialog, wisata sastra, rantak puisi juga akan dilaksanakan kunjungan ke sekolah-sekolah oleh pembicara yang hadir.

Robby, Panitia kegiatan menyebutkan bahwa PPF tahun ke tahun terus mengadakan pengemba­ngan program, diantara­nya menghadirkan program buku pilihan PPF tahun 2023 dan hadirkan wisata sastra (kunjungi lokasi berkaitan dengan sastra) termasuk kunju­ngi wisata adat dan potensi alam. ”PPF dari tahun ke tahun terus mengembangkan program, diantaranya menghadirkan program buku pilihan PPF tahun 2023 dan hadirkan wisata sastra (kunjungi lokasi berkaitan dengan sastra) termasuk kunjungi wisata adat dan potensi alam,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar diwakili Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dewi Ria menyebutkan bahwa Payakumbuh Poetry Festival (PPF) Se-Asia Tenggara tahun 2023 merupakan usulam (POKIR) ketua DPRD Su­matera Barat, Supardi, yang diharapkan menjadi wadah saling tukar informasi dan berbagi pe­nga­laman, serta menambah kecintaan terhadap seni dan sastra. ”Kegiatan ini merupakan usulan Ketua DPRD Sumbar untuk menjadikan Payakumbuh Kota Wisata seni dan sastra, juga menjadi wadah saling tukar informasi dan ber­bagi pengalaman, serta menambah kecintaan terhadap seni dan sastra,” harapnya.

Sementara Pj. Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli, Elvi Jaya mengapresiasi ketua DPRD Sumbar yang melaksanakan Ivent/festival skala besar di Kota Payakumbuh ”Terima kasih sekaligus apresiasi kami kepada Bapak ketua DPRD Sumatera Barat yang me­laksanakan kegiatan besar ini di Kota Payakumbuh. Nanti dilakan seniman mengkritik dan memberikan solusi melalui seni berbagai kebijakan pemerintah,” harapnya.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi menyebutkan bah­wa PPF yang digelar hari ini memasuki tahun keempat, diharapkan ta­hun kelima dan berikutnya bisa mandiri dan tidak lagi dibantu Pemerintah. “PPF yang kita gelar hari ini sudah memasuki tahun keempat, semoga tahun depan bisa digelar secara mandiri dan tidak lagi di­bantu Pemerintah,” ha­rap­nya.

Politisi Gerindra iti juga berharap PPF tahun kelima bisa digelar lebih meriah tanpa bantuan Peme­rintah. “Cukup dua tahun dibantu pemerintah, semoga lebih besar tahun depan,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Kota Payakumbuh itu juga menambahkan bahwa hing­ga saat ini Payakumbuh masih menjadi Kota de­ngan pusat seniman, Ba­nyak budayawan dan seniman besar hadir dan me­ngukir sejarah di Pa­ya­kumbuh. “Jika Payakumbuh ingin maju maka harus menjadi kota festival. O­rang luar itu datang kesini karena ingin melihat budaya, ini yang kita “jual” di Sumatera Barat,” ungkap Supardi.  Seniman atau pembicara yang hadir da­lam PPF tahun 2023 ini, diantaranya Tulayan (Filipina), Rosanne Nurfarida (Thailand) serta Ng Yi-Sheng (Singapura) sementara seniman Nasional diantaranya Adri Sandra, Irmansyah, Iyut Fitra (Sum­­bar), Isi Sulistyo (Ma­­taram), Isas sadewo (Medan), Jaka Jono (Jawa) dan dari Denpasar, Lampung. (uus)