BERITA UTAMA

Puluhan Anak Laki-laki jadi Korban Sodomi, Pelaku Merekamnya Pakai Kamera Ponsel, Rumahnya Dihancurkan Massa yang Emosi

0
×

Puluhan Anak Laki-laki jadi Korban Sodomi, Pelaku Merekamnya Pakai Kamera Ponsel, Rumahnya Dihancurkan Massa yang Emosi

Sebarkan artikel ini
DIHANCURKAN— Rumah pelaku RP yang menyodomi puluhan anak di Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, dihancurkan massa.

PASAMAN, METRO–Puluhan bocah laki-laki menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis alias sodomi yang dilakukan se­o­rang pemuda di Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman. Bah­kan, pemuda yang diduga memiliki penyimpangan seksual ini sengaja merekam aksi bejatnya itu menggu­nakan kamera ponselnya.

Namun, berkat reka­man video itulah aksi pe­muda berinisial RP (25) terbongkar. Pasalnya salah seorang warga meminjam ponsel milik pelaku saat pelaku sedang tertidur. Saat melihat isi ponsel itulah, warga terse­but ka­get melihat ada bebe­rapa video yang memperli­hat­kan pelaku mencabuli bo­cah-bocah di lingkungan tempat tinggalnya.

Video tersebut kemu­dian diambil secara diam-diam oleh warga itu hingga dikirimkalah video tersebut kepada orang tua korban. Tak terima anaknya dica­buli, para orang tua para korban pun dibuat emosi  hingga membuat laporan ke Polres Pasaman. Ber­bekal laporan itulah, pelaku RP akhirnya ditangkap un­tuk diproses hukum.

Meski sudah ditangkap, amarah keluarga korban dan warga setempat pun tak terbendung lagi. Massa yang sudah ramai berke­rumun, mengeluarkan se­mua barang-barang dari rumah pelaku lalu mem­bakarnya. Setelah itu, ru­mah pelaku dihancurkan oleh massa hingga rata dengan tanah.

Kapolres Pasaman, AKBP Yudho Huntoro me­ngatakan saat ini pihaknya telah mengamankan ter­duga pelaku pencabulan berinisial RP, berusia seki­tar 25 tahun. Selain itu, jumlah korban sejauh ini 20 orang dan diperkirakan akan terus bertambah sei­ring dengan proses penye­lidikan.

“Kami masih menda­lami modus pelaku mela­kukan pencabulan (sodo­mi) kepada korban bocah laki-laki yang rata-rata usianya 9-10 tahun. Dalam mela­kukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku, kami men­datangkan psi­kiater,” ung­kap AKBP Yu­dho kepada wartawan, Ra­bu (4/10).

Dijelaskan AKBP Yudho, mayoritas anak yang men­jadi korban pencabulan adalah yang bertempat tinggal di sekitar rumah pelaku. Selain itu, aksi cabul pelaku juga dilakukan di berbagai tempa seperti di rumahnya, lapangan bola, pondok-pondok sawah dan lainnya.

“Kami fokuskan ma­sa­lah pencabulan yang dila­kukan pelaku dalam rentang waktu tiga bulan belakangan ini. Makanya masih me­nunggu visum anak lainya. Karena masih ada bebe­rapa anak yang mengaku menja­di korban juga dilakukan visum di Kota Bukittinggi. Di Pasa­man tidak ada visum ter­hadap kasus kekerasan anak korban asusila ini,” imbuhnya.

AKBP Yudho Huntoro mengakui, pelaku juga me­rekam aksinya saat men­ca­buli puluhan anak itu. Pelaku diduga sengaja me­rekam perbuatannya itu dan menyimpannya pada ponselnya. Tapi, video ter­se­but tidak disebaluaskan oleh pelaku.

“Jadi pelaku itu kalau berbuat (cabul) direkam. Kebanyakan hasil rekaman sudah dihapus. Tapi ada beberapa rekaman yang masih tersimpan di ponsel­nya. Kami  belum meng­e­tahui apakah video pen­cabulan disebarluaskan oleh pelaku. Namun hasil penyelidikan sementara, belum ditemukan video tersebut,” tegasnya.

Selain itu, dikatakan AKBP Yudho, saat ini Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasaman bersama dinas terkait telah mela­kukan pendamping terha­dap anak yang menjadi korban pencabulan. Hal itu bertujuan untuk pemulihan psikologis para korban.

“Kami memberikan pen­dampingan dan trau­ma healing. Dilakukan unit PPA dan dinas terkait dari pemerintah daerah. Kepa­da masyarakat yang anak­nya juga menjadi korban dari aksi bejat pelaku ini, silahkan melaporkannya kepada kami,” ucapnya. .

Massa Hancurkan Rumah Pelaku

Pascaterbongkarnya aksi pencabulan terhadap puluhan anak, rumah pela­ku di Nagari Bahagia Pa­dang Galugua, Kecamatan Padang Gelugur, Kabu­paten Pasaman Barat, di­han­curkan massa. Tinda­kan ini lantaran massa yang emosi ulah pelaku RP.

Wali Nagari Bahagia Pa­dang Galugua, Ali Fitra, membenarkan rumah pela­ku itu telah hancur. Hanya sa­ja, Ali enggan berko­men­tar banyak terkait in­siden ini.

“Iya. Itu kan sesuai yang keluar di media. Iya karena emosi dengan pela­ku,” kata Ali saat dihubungi wartawan, Rabu (4/10).

Ali tidak mengetahui pasti keberadaan keluarga pelaku. Saat massa men­da­tangi kediaman pelaku, keluarganya tidak berada di rumah. “Keluarganya pe­laku kurang jelas ke­bera­daannya. Yang jelas tidak di kampung ini lagi,” ujarnya.

Kasus ini, kata dia, telah diserahkan sepenuhnya ke Dinas Pemberdayaan Pe­rem­puan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pasaman.

“Langsung ke dinas per­lindung anak (DP3AP2KB). Kan sudah diserahkan se­muanya untuk informasi agar tidak berbeda-ber­beda,” imbuhnya. (mir)