METRO PADANG

Kunker ke RSUP M. Djamil, Komisi IX DPR RI Bawa Proposal Perluasan Pembangunan ke Senayan

2
×

Kunker ke RSUP M. Djamil, Komisi IX DPR RI Bawa Proposal Perluasan Pembangunan ke Senayan

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN PROPOSAL— Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas menyerahkan proposal pengembangan pembangunan RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diterima oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, Rabu (4/10).

JATI, METRO–Untuk mengetahui dan men­­carikan solusi terkait pela­yanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, Komisi IX De­wan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Rumah Sakit rujukan untuk wilayah Su­matera tersebut, Rabu (4/10).

Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.­OG(K) MARS dalam ke­sem­patan tersebut menyampaikan tiga skala prioritas pembangunan fasilitas kesehatan (faskes) yang saat ini dibutuhkan oleh RSUP Dr. M. Djamil Padang dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien.

“Saat ini hampir sekitar 3.000 pasien yang tertolak di RSUP Dr. M. Djamil Pa­dang karena keterbatasan tempat tidur, sehingga ini perlu kami tindaklanjuti kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,” jelasnya.

Ia menambahkan, tiga skala prioritas pembangunan dan pengembangan faskes yang dibutuhkan oleh RSUP Dr. M. Djamil Padang diantaranya Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT), Instalasi Pelayanan Stem Cell atau Bank Jaringan, dan pembangunan gedung Kamar Rawat Inap Standar (KRIS).

Dijelaskan, untuk IPJT sendiri, gedung IPJT mulai dimanfaatkan pada tahun 2020 sebagai ruang rawat pasien Covid-19. Gedung itu terdiri dari ICU Covid-19 sebanyak 40 tempat tidur, HCU Covid-19 sebanyak 63 tempat tidur, dan ruang administrasi dan DPJP Covid-19.

Perubahan pemanfaatan gedung tersebut mengharuskan perubahan fungsi ruang. Perubahan fungsi ruang tersebut menimbulkan beberapa masalah diantaranya kamar mandi yang dibuat tidak sesuai rencana sehingga terjadi kebocoran dan terjadi over­­capacity dari mesin pendingin di dalam ruangan.

Baca Juga  Perantau Minang jadi Korban Penembakan di Papua, Andre Rosiade: IKM Bantu Terbangkan Jenazah ke Padang

Untuk itu Dovy mengungkapkan, pihaknya meminta dukungan kepada Komisi IX DPR RI terkait pembiayaan renovasi gedung IPJT dan kebutuhan alat-alat pelayanan jantung, karena RSUP DR. M. Djamil Padang merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk sebagai pusat layanan jantung di regional Sumatera dan juga sebagai rumah sakit pengampu di wilayah Sumatera bagian tengah.

“Untuk anggaran pe­ngem­bangan IPJT sendiri yaitu anggaran gedung sekitar Rp 5 miliar dan untuk kelengkapan alat-alat kesehatan jantung sekitar Rp 134 miliar,” ujarnya.

Kemudian Dovy melanjutkan, untuk Instalasi Stem­ Cell atau Bank Jaringan, RSUP Dr. M. Djamil Padang merupakan satu-satunya rumah sakit di luar Pulau Jawa yang sedang membangun laboratorium bank jaringan. Dengan laboratorium bank jaringan diharapkan bisa mening­katkan angka harapan hi­dup masyarakat Indonesia, khususnya Sumbar.

“Progres pembangu­nan laboratorium bank jaringan sudah memasuki tahap dua, dan ditargetkan selesai pada November 2023. Anggaran yang kami minta bantuan itu sekitar Rp 15 miliar untuk pembelian alat,” ujarnya.

Terakhir skala prioritas yang dibutuhkan oleh RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah pembangunan gedung KRIS. Tujuannya adalah untuk menambah kapasitas tempat tidur sehingga me­minimalisir tertolaknya pa­sien yang datang ke rumah sakit. “Maka dari itu kami sa­ngat membutuhkan lahan milik PT KAI itu untuk pem­bangunan gedung KRIS tersebut,” jelas Dovy.

Baca Juga  HUT ke-27, SMAN 13 Gelar Tasspo Competition 3, Memadukan Lomba Tilawah Al Quran, Seni, Sains dan Olahraga

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene dan Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh mengatakan, kegiatan kunker Komisi IX DPR RI ke RSUP Dr. M. Djamil Padang bertujuan untuk mengetahui dan melihat kondisi ril dari RSUP Dr. M. Djamil Padang serta kebutuhan apa yang saat ini dibutuhkan oleh rumah sakit tersebut.

“Maka dari audiensi tadi (kemarin) kami langsung menanyakan kepada pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang terkait apa kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit,” jelas Nihayatul Wafiroh.

Nihayatul menambahkan, tiga skala prioritas pengembangan faskes yang disampaikan oleh RSUP Dr. M. Djamil Padang tersebut sudah diterima oleh Komisi IX DPR RI, yang nantinya akan dibahas pada rapat Komisi IX di Jakarta.

“Untuk ketiga skala prioritas tadi lebih kurang anggarannya itu Rp 180 miliar. Untuk tahun 2023 ini pengajuannya sudah habis. Nanti kami coba usahakan masukkan di anggaran 2024. Diharapkan proposal dari RSUP Dr. M. Djamil langsung di-follow-up Kemenkes dan akan dibawa di rapat Komisi IX,” pung­kasnya. (rom)