BERITA UTAMA

Mayat Mahasiswi Mengapung di Bawah Jembatan, Mulut dan Hidung Mengeluarkan Busa, Diduga Baru 3 Jam Meninggal

0
×

Mayat Mahasiswi Mengapung di Bawah Jembatan, Mulut dan Hidung Mengeluarkan Busa, Diduga Baru 3 Jam Meninggal

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Polisi mengevakuasi mayat mahasiswi yang ditemukan mengapung di bawah jembatan dekat Mako Brimob Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRO–Mayat wanita muda ditemukan terapung di sungai dekat jembatan menuju gerbang masuk Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Sumbar, Kelurahan Padang Sarai,  Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa, (3/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Sontak, penemuan ma­yat itu membuat personel Satbrimob dan warga setempat dibuat heboh. Mereka pun langsung berkerumun ke lokasi lalu mengangkat mayat wanita ke tepi jalan. Tak lama berselang, personel Polsek Koto Tangah dan Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Pa­dang juga datang ke lokasi.

Di sana, tak ada satupun yang mengenali mayat wanita yang memakai kawat gogi atau behel ini, mengeluarkan busa pada mulut dan hidungnya. Selain itu, mayat mengenakan baju lengan panjang warna abu-abu dan merah dengan celana training panjang warna hitam.

Usai Polisi melakukan olah TKP, mayat wanita muda itupun dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pa­dang menggunakan mobil ambulans. Setelah beberapa jam melakukan penyelidikan, identitas mayat wanita muda itupun akhirnya terungkap.

Mayat wanita muda itu ternyata bernama Nurul Azizah (23), warga Kompleks Perumahan Pinang Bung­kuk Permai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Pa­dang. Ia diketahui berstatus sebagai mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Padang.

Kapolsek Koto Tangah AKP Afrino mengatakan, mayat itu pertama kalinya ditemukan oleh saksi bernama Dedi Putra (41), yang saat itu hendak mengantar anaknya ke sekolah. Setelah melewati jembatan itu, Dedi dibuat kaget karena ada sesosok mayat di ba­wah jembatan.

“Saksi Dedi Putra ini merupakan Polisi. Kronologis kejadian berawal saat saksi ingin mengantarkan anaknya menuju ke seko­lah, dan tak sengaja saksi melihat sesosok ma­yat yang tengah terapung di bawah jembatan Brimob,” katanya, Selasa, (3/10).

Ditambahkan AKP Afrino, melihat adanya mayat, Dedi Putra langsung melaporkannya ke petugas piket Mako Brimob Polda Sumbar dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Koto Tangah. Mendapat laporan itu, pihaknya kemudian mendatangi lokasi bersama Tim Identifikasi Polresta Padang.

“Ditemukan dengan mulut dan hidungnya mengeluarkan busa berwarna putih. Namun, pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda bahwa mendapatkan kekerasan fisik. Tetapi di kepala sebelah kiri korban ditemukan benjolan kecil,” katanya.

AKP Afrino menuturkan, personil yang turun ke lokasi, mengamankan TKP dan melakukan evakuasi terhadap korban, dengan memasukkannya ke kantong jenazah dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara dengan menggunakan ambulans Bri­mob­­da Polda Sumbar.

“Sesampai di RS Bhayangkara mayat tersebut di masukan ke dalam lemari mayat. Diperkirakan, mayat tersebut diperkirakan meninggal 3 jam sebelum ditemukan, karena kondisinya masih segar dan tubuh belum kaku,” tambah AKP Afrino.

Menurut AKP Afrino, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, identitas mayat berhasil diungkap. Korban bernama Nurul Azizah yang merupakan anak dari pasangan Hamdani (60) dan Yuneti (50). Data yang berhasil dihimpun, korban juga diketahui tercatat sebagai salah seorang mahasiswa.

“Kami masih terus me­ngum­pulkan informasi-informasi untuk mengung­kap kronologis tewasnya korban. Orang tua korban juga sudah datang ke rumah sakit. Setelah dilakukan visum, jenazah korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan,” tutupnya. (cr2)