SOLOK METRO–Sejumlah program dan kegiatan yang perlu mendapat perhatian khusus, menjadi sorotan Wali Kota Solok, Zul Elfian. Hal ini dalam upaya memperbaiki kinerja pemerintah dan pelayanan publik. Beberapa program pembangunan menjadi perhatian penting dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat menurut Zul Elfian juga memerlukan evaluasi untuk menjadi lebih baik.
Menurutnya tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan rumitnya prosedur, isu korupsi, dan tingkat akuntabilitas. Tetapi juga mencakup tantangan globalisasi, pertumbuhan populasi penduduk, daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat. “Kita harus menjadi proaktif dan responsive dalam menghadapi risiko-risiko ini. Digitalisasi yang sedang mengubah pola dan budaya kerja, harus diterapkan secara positif untuk mendukung pemerintahan yang moderen dan responsive, berbasis E-government,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa peningkatan pelayanan publik adalah suatu keharusan. Meskipun Kota Solok masuk zona hijau dalam penilaian kepatuhan Standar Pelayanan Publik tahun 2022, Perbaikan kualitas layanan tetap diperlukan.
Dalam konteks ini, perbaikan dalam sektor pelayanan publik menjadi langkah kunci untuk mengatasi permasalahan secara menyeluruh. Kualitas layanan masyarakat yang buruk dapat menghambat kemajuan di semua sektor. “Kami berharap agar tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, dan kami mangajak semua pihak untuk meningkatkan disiplin dan kinerja kita bersama,” tambahnya.
Zul Elfian mengakui bahwa prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Kota Solok selama tahun 2022 tidak terlepas dari kerja keras seluruh Apartur Sipil Negara (ASN). Setiap pencapaian merupakan hasil kontribusi kolektif, dan ia mendorong agar dinamika dalam lingkungan organisasi menjadi lebih sehat, sehingga kinerja dapat ditingkatkan.
Selain itu, masing-masing perangkat daerah untuk berinovasi dalam melakukan program dan kegiatan pembangunan. Tidak hanya bergantung pada pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tetapi juga memanfaatkan sumber pembiayaan lainnya, seperti APBD provinsi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta kerja sama dengan sektor swasta. “Saya berharap bahwa kegiatan pembangunan mendatang dapat dilakukan dengan fokus yang lebih besar, dengan target yang dapat direalisasikan,” tegasnya. (vko)





