PDG. PARIAMAN, METRO–Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman Aspinuddin menyatakan dalam upaya penurunan kasus stunting di Kabupaten Padangpariaman semua balita dan ibu hamil diberikan bahan pangan lokal tambahan selama 90 hari secara serentak. “Pemberian bahan pangan lokal kita berikan kepada semua bayi dibawah lima tahun (balita) dengan gizi kurang dan ibu hamil kita intervensi dengan pemberian makanan tambahan (PMT),” kata Kadis Kesehatan Padangpariaman Aspinuddin, kemarin.
Katanya, PMT berbahan pangan lokal itu diberikan selama 90 hari makan, serentak diseluruh Puskesmas se Kabupaten Padangpariaman. Sehingga diharapkan semuanya berubah statusnya menjadi gizi baik kembali. “Dengan demikian tidak muncul lagi kasus stunting baru, sesuai instruksi Bupati Padangpariaman Suhatri Bur agar daerahnya prevalensi stuntingnya turun di bawah 14 persen pada tahun 2024. Saat ini ditambah arahan dari Ketua TP PKK Padangpariaman Yusrita pada waktu kunjungan pengolahan PMT ini di Puskesmas Pauhkambar,” ujarnya.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Padangpariaman, Ny. Yusrita Suhatri Bur didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Aspinuddin memantau pembuatan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak gizi kurang dan wanita hamil KEK di Puskesmas Pauhkambar.
Kunjungan ini sebagai bentuk keikutsertaan TP-PKK Padangpariaman dalam mendukung program pemerintah untuk menghindari anak-anak dan ibu hamil beresiko stunting disaat kelahirannya.
Ketua TP-PKK, Ny. Yusrita yang juga Ketua Forikan Padangpariaman mengajak seluruh kader dan tim yang memasak PMT untuk menggunakan bahan pangan lokal berbahan baku ikan agar gizi yang akan dimakan oleh anak dan ibu hamil menjadi lebih banyak. “Harapan saya, dengan PMT berbahan pangan lokal ini bisa meningkatkan semangat masyarakat dalam mengkonsumsi makanan bergizi dan stunting di Padangpariaman bisa berkurang ditahun 2024 nanti,” tamah Ketua TP PKK tersebut mengakhirinya. (efa)





