PADANG, METRO–Memilukan. Bocah laki-laki berusia 9 tahun yang dilaporkan hilang tenggelam saat mandi-mandi bareng temannya di Muaro Anai, kawasan Pantai Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, Senin (2/10) sekitar pukul 12.15 WIB.
Korban bernama Andre Putra Gianda yang berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD), warga Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah ini ditemukan setelah mayatnya terdampar di tepi Pantai Katapiang, Korong Simpang, Nagari Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan adanya penemuan mayat di Pantai Ketaping, langsung mendatangi lokasi. Setelah dipastikan mayat tersebut merupakan bocah laki-laki yang tenggelam di Pantai Pasir Jambak, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jasad bocah itu ke Puskesmas terdekat lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Komandan Regu (Danru) Tim SAR, Tri Desyu Herman mengatakan, korban dilaporkan hilang tenggelam pada Minggu (1/10). Diketahui, korban bersama sembilan orang temannya berenang di Pantai Pasir Jambak dan akhirnya digulung ombak dan terseret arus lalu tenggelam.
“Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kami bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Oleh karena pada pencarian hari pertama, kondisi cuaca di sana tidak mendukung, di mana ketinggian gelombang mencapai satu meter disertai dengan angin yang cukup kencang dari arah selatan, sehingga pencarian dihentikan dan dilanjutkan hari esoknya,” katanya.
Tri Desyu Herman menambahkan, di hari ke-2 pencarian itu, SAR Padang, dibantu oleh BPBD, SAR Brimob, Polairud, Satpol-PP, serta masyarakat yang masing-masing mengerahkan satu unit perahu karet dan perahu milik masyarakat.
“Ada sekitar lima unit perahu dan ditambah dengan perahu milik masyarakat, Pencarian dilakukan dengan menyisiri Pantai Pasir Jambak dengan radius bebereapa mil,” jelasnya.
Setelah beberapa jam pencarian hari kedua, dikatakan Tri Desyu Herman, korban berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia pada pukul 12.15 WIB di pinggiran pantai kawasan Ketaping, Kabupaten Padangpariaman.
“Kondisi korban saat ditemukan masih utuh dalam keadaan sudah meninggal dunia dan sempat dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pembersihan terhadap jasad korban dan akhirnya diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.
Sementara, apolsek Batang Anai, Iptu Manahan Afrianto Simatupang mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh Yulinar, salah seorang warga yang saat itu dalam perjalanan pulang dari Pasar Korong Simpang Katapiang. Saat itu, saksi melihat korban yang berada di tepi pantai dalam keadaan tergeletak.
“Awalnya Yulinar mengira bahwa korban sedang beristirahat sehabis berenang di tepi Pantai. Namun setelah diperhatikan beberapa saat oleh Yulinar, korban tak kunjung bergerak kemudian dia memberanikan diri untuk menghampiri korban,” ungkap Iptu Manahan Afrianto.
Setelah dihampiri, ditambahkan Iptu Manahan Afrianto, saksi mengecek kondisi korban yang ternyata sudah meninggal dunia. Saksi pun langsung bergegas melaporkan kejadian itu ke Wali Korong Simpang Katapiang, lalu diteruskan ke Polsek Batang Anai.
“Mendapat laporan itu, kami mendatangi lokasi penemuan mayat. Kami juga berkoordinasi dengan Polsek Koto Tangah, lantaran sehari sebelumnya didapatkan informasi di sana ada anak yang hilang tenggelam. Setelah dicek, mayat itu merupakan korban tenggelam di wilayah hukum Polsek Koto Tangah,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino mengatakan bahwa korban dilaporkan hanyut pada pukul 16.00 WIB. Kejadian berawal saat korban mandi-mandi bersama dengan sembilan orang temannya.
“Saat itu, korban berenang ke tengah dan tiba-tiba digulung ombak dan terseret. Ada temannya bernama Teguh Akbar (14) melihat korban melambaikan tangannya seperti meminta tolong. Tapi, korban seketika menghilang dari permukaan air,” katanya.
Kata AKP Afrino, korban tidak sempat dibantu dan tidak berapa lama sudah hilang. Melihat korban yang tenggelam, teman korban meminta pertolongan kepada warga sekitar. Selanjutnya warga membantu melakukan pencarian terhadap korban.
“Setelah itu, kami mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi Basarnas dan instansi terkait. Untuk kemarin, pencarian dilakukan bersama-sama hingga pukul 20.20 WIB dan tidak membuahkan hasil. Alhamdulillah, pada pencarian hari kedua korban berhasil ditemukan. Tapi kondisinya sudah meninggal dunia,” tutupnya. (cr2)






