BERITA UTAMA

Survei Capres LSI Denny JA: Prabowo Unggul di Angka 39,8 persen

3
×

Survei Capres LSI Denny JA: Prabowo Unggul di Angka 39,8 persen

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto

JAKARTA, METRO–Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA baru saja merilis hasil survei terbarunya yang diambil setelah deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Peneliti LSI Adjie Al­faraby mengatakan, survei ini mempertanyakan tiga bakal calon presiden yang saat ini santer terdengar yaitu Anies, Prabowo S­u­bianto dari Partai Ge­rindra dan Ganjar Pranowo dari PDI Per­juangan.

Hasilnya dari 1.200 res­ponden yang ditanya, 39,8 persen memilih Prabowo Subianto, kemudian 37,9 persen Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan 14,5 persen, serta tidak tahu atau tidak menjawab 7,8 persen.

Selama enam kali sur­vei, ini adalah titik terendah yang diperoleh Anies sebe­sar 14.5 persen. Anies jus­tru menurun setelah me­milih Muhaimin Iskandar sebagai bacawapresnya.

“Pada bulan Agustus (sebelum deklarasi AMIN) elektabilitas Anies sebesar 19.7 persen. Pasca deklarasi (survei September) elektabilitas Anies sebesar 14.5 persen. Elektabiltias Anies menurun 5.2 persen setelah deklarasi Muhai­min sebagai bacawapresnya,” ujar Adjie saat konferensi pers yang digelar di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (2/10).

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan Identifikasi Korban Bencana, Biddokes Polda Sumbar Gelar Pelatihan dan Simulasi DVI

Adjie menuturkan, hasil tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada perubahan elektabilitas terhadap Anies setelah men­deklarasikan ca­wapresnya yaitu Muhai­min atau Cak Imin.

“Jadi dari slide ini terlihat untuk Pilpres 2024, tampaknya pertarungan ketat terjadi hanya di dua na­ma,” katanya.

Untuk diketahui, survei yang dilakukan menggu­nakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Teknik pengumpulan data tidak menggunakan sosial media melainkan tatap muka dan menggunakan metode kuisione, dengan margin of error survei ini plus/minus 2,9 persen.

Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memper­kaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.

Baca Juga  Tiga Komplotan Curanmor Digulung, Mencoba Kabur Pelaku Utama Didor

Dari hasil riset kualitatif, terdapat dua hal yang menyebabkan suara Anies menurun. Pertama, adalah kritik keras SBY soal pe­mimpin yang tidak memegang janji, yang beredar luas.

“Kritikan yang keras dari mantan presiden dua periode tentu bisa mempunyai efek pada persepsi yang berkembang di publik,” ujar Adjie.

Kedua, Muhaimin kalah populer dan kalah disukai dibandingkan dengan AHY. Popularitas atau pengenalan AHY sebesar 65.9 persen. Popularitas Muhaimin sebesar 49 persen. Popularitas keduanya terpaut 16.9 persen.

Simpati publik (kesukaan) juga muncul karena AHY relatif bersih dari pemberitaan kasus hukum maupun tindakan tercela.

“Dari sisi kesukaan, AHY kesukaan terhadapnya sebesar 68.3 persen. Kesukaan terhadap Muhaimin sebesar 61.5 persen. Angka kesukaan terhadap keduanya terpaut 6.8 persen”, tambah­nya. (jpg)