METRO PADANG

Toko Mas Murni Hadir dengan Gedung Baru di Jalan Ratulangi 

7
×

Toko Mas Murni Hadir dengan Gedung Baru di Jalan Ratulangi 

Sebarkan artikel ini
GRAND OPENING— Wali Kota Padang, Hendri Septa melepas balon Grand Opening Mas Murni di Jalan Ratulangi Padang bersama Keluarga Besar Mas Murni, Mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman, Anggota DPR RI, Guspardi Gaus, Ketua Umum Bundo Kandung Sumbar, Raudha Thaib dan sejumlah bupati dan wali kota di Sumbar.

RATULANGI, METRO–Toko Mas Murni kini hadir dengan gedung baru yang lebih modern di lokasi strategis persimpangan Jalan Ratulangi dan Per­mindo Pasar Raya Padang. Grand Opening bangunan baru tiga lantai itu dilak­sanakan oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa, Sab­tu (30/9).

“Didirikannya Toko Emas Murni Ratulangi Pa­dang ini merupakan cita-cita Papa (Pendiri Toko Mas Murni Haji Arnis Saleh) agar Toko Emas Murni selalu berjaya sepanjang masa. Juga bertujuan untuk mem­permudah akses pe­lang­gan untuk berbe­lanja emas, dengan model-mo­del ter­baru dan pilihan ter­baik,” ung­kap dr Susianti, salah seorang Management Mur­ni Group, Sabtu (30/9).

Didirikannya Toko Emas Murni di Jalan Ratulangi ini, dengan isti­lah berhias sambil mena­bung, memberikan pela­yanan yang prima, seperti jual beli dengan harga yang transparan. “Kami juga menyediakan layanan VVIP, di mana pelanggan dapat memperoleh fasi­litas eksklusif di ruangan khusus,” ujar dr Susianti, mewakili Haji Arnis dan keluarga besar.

Grand Opening Murni Gold and Jewellery di Jalan Ratulangi Kota Padang dihadiri Mantan Gubernur Sumbar dan Menteri Da­lam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman, Anggota DPR RI, Gus­pardi Gaus, Ketua Umum Bundo Kandung Sumbar, Raudha Thaib.

Juga hadir Wali Kota Padang Panjang Fadli Amran, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Muhammad Irsyad, dan para pemilik toko emas yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Emas Perhiasan Indonesia (Apepi).

Anggota DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, dirinya kenal dengan H Arnis Saleh sejak tahun 1969 silam, ketika sekolah di Thawalib Padang Panjang. Guspardi mengungkapkan, hubungan kekeluargaan dibangun oleh kakeknya Dt Batuah. Di mana, orang tua H Arnis Saleh adalah teman dari pamannya yang diajak berdagang emas.

Menurut orang tuanya, orang tua H Arnis Saleh diajak berdagang emas karena memiliki karakter jujur. Awal berdagang emas, mereka mengalami kerugian. Bukan karena tidak jujur, tetapi belum bisa beradaptasi tentang kiat-kiat berdagang emas. “Jadi kami dengan H Arnis Saleh ini memiliki hubungan keluarga, satu kesatuan keluarga yang tidak terpisahkan,” terang Guspardi.

Seiring berjalan waktu, sebelum reformasi perja­lanan perdagangan emas oleh H Arnis Saleh mengalami lika-liku. Bahkan nyaris tidak bangkit. Namun era reformasi merupakan ma­sa bangkitnya perdagangan emas yang dilakoni H Arnis Saleh.

Dengan kesuksesan usaha berdagang emas Mas Murni yang dirintis H Arnis Saleh, Guspardi me­ngajak Pengurus dan Anggota Apepi agar menjadikan perjalanan usaha dagang emas H Arnis Saleh sebagai pelajaran. Karena begitu banyak perubahan yang dibawanya dalam menjalankan usaha berdagang emas.

Bagi yang pernah datang ke Toko Mas Murni, pengunjung dilayani oleh karyawan yang berpakaian seragam. Mereka tidak lagi punya hubungan kekeluargaan satu sama lain. Tidak hanya karyawan laki- laki saja yang melayani, tetapi juga kolaborasi antara perempuan dan laki- laki.

“Biasanya toko emas yang megang kunci lemari besi tidak pernah dipercayakan kepada orang lain, tapi hubungan kekerabatan. H Arnis Saleh malah mempercayakan sepenuhnya tokonya kepada management-nya. Ini yang perlu dicontoh. Berikan keberanian dan amanah, ti­dak one man, one show. H Arnis Saleh keluar dari tradisi keluarga toko mas,” terangnya.

Terobosan lainnya yang dilakukan H Arnis Saleh, dirinya keluar dari pusat Pasar Raya membangun Toko Mas Murni. Bahkan, toko yang dibangun saat ini menjadi yang terbesar di Sumbar.

Pelajaran terpenting lainnya dari perjalanan hidup H Arnis Saleh, dirinya menjalankan usaha merangkak dari bawah. Artinya pembentukan karakter pengusaha emas ti­dak harus turunan nenek moyang dan orang tua. Tapi sebuah kesempatan bekerja dalam bentuk apa­pun.

Kini Toko Mas Murni menjadi yang terbesar. Semuanya berhasil berkat inovasi dan kreativitas yang dilakukan H Arnis Saleh. Bahkan di umurnya yang sudah 74 tahun, masih ber­upaya mengembangkan usaha yang dirintisnya.

Artinya, untuk memperoleh masa depan yang sukses, apapun profesi yang dilakukan, harus konsisten dari usaha yang dibangun. Punya inovasi, tingkatkan kreativitas, agar tetap eksis. “Namun, di balik semua kesuksesan H Arnis Saleh itu, semuanya berkat kasih sayang kepada ibunya,” terangnya.

Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, atas­ nama Pemko Padang me­nyambut baik hadirnya Gedung Baru Toko Mas Murni Cabang Kota Pa­dang. Kehadiran gedung baru di lokasi yang baru ini dapat menyemarakkan aktivitas perdagangan di kota ini, dan mewujudkkan visi mewujudkan masyarakat madani berbasiskan pendidikan dan perdagangan yang tumbuh dan berdaya saing.

“Kehadiran Toko Mas Murni mendapat keberkahan bagi Kota Padang. Pe­re­konomian semakin baik. Kini banyak yang berinvestasi di Kota Padang. Banyak gerai-gerai lokal dan nasional. Kehadiran Mas Murni melengkapi semuanya. Kita siap bersinergi dengan seluruh pelaku usaha. Kita ingin menjadikan Kota Padang menjadi kota dengan ekonomi eksklusif dan tujuan MICE,” terangnya. (fan)