AGAM/BUKITTINGGI

Event Balap Motor di Bukittinggi Makan Korban, Pebalap Pemula asal Agam Tewas Bertabrakan, Alami Benturan Keras pada Kepala

0
×

Event Balap Motor di Bukittinggi Makan Korban, Pebalap Pemula asal Agam Tewas Bertabrakan, Alami Benturan Keras pada Kepala

Sebarkan artikel ini
PEBALAP MENINGGAL— Peserta balap motor Kota Wisata Road Race Bukittinggi meninggal gegara tabrakan di lintasan. Sementara, pakaiaan balap dan helm korban diamankan sebagai barang bukti.

BUKITTINGGI,METRO–Event balap sepeda motor yang bertemakan Kota Wisata Road Race yang digelar di Lapangan Kanting Kota Bukittinggi memakan korban jiwa. Pasal­nya, salah seorang peserta balap me­ninggal dunia usai terlibat kecelakaan di lintasan balap, Minggu (1/10).

Sebelum dinyatakan meninggal, korban yang diketahui bernama Muhammad Putra (20) yang bertatus mahasiswa dan beralamat di Jorong Lasi Mudo, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Bukittinggi dalam kondisi tak sadarkan diri.

Namun, karena kondisinya makin kritis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Otak Muhammad Hatta (RSOM). Sayangnya, hanya beberapa menit mendapatkan perawatan, pebalap muda itu yang diduga mengalami benturan keras pada bagian kepalanya itu, akhirnya dinyatakan tewas oleh tim medis.

Baca Juga  Hasilkan Pemilu Berkualitas, Bawaslu Pastikan Pengawasan Memasuki Tahapan Kampanye Terbuka

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati membenarkan adanya kor­ban jiwa pada ajang balap sepeda motor tersebut. Menurutnya, korban yang menjadi peserta balap motor mengalami kecelakaan dengan sesama pebalap pada pukul 11.20 WIB.

“Korban mengikuti ajang balap kelas matic pemula 110 CC. Namun, pada saat balapan, terjadi lecelakaan antar pembalap yang membuat korban ti­dak sadarkan diri. Saat balapan, korban sudah menggunaka mengenakan pakaian balap lengkap dan helm,” ungkap Kombes Pol Yessi kepada wartawan.

Dijelaskan Kombes Pol Yessi, setelah korban ter­kapar tak sadarkan diri, panitia langsung membawa korban korban ke IGD RST untuk pertologan pertama. Namun, pihak RST merujuk korban ke RSOMH dikarenakan kondisi korban sudah kritis.

“Korban dinyatakan tewas pada pukul 12.15 WIB karena tidak bisa diselamatkan dengan analisa dari pihak IGD RSOMH korban mengalami fraktur pada bagian kepala.  Kami tegaskan kasus ini dalam penyelidikan, petugas me­ngumpulkan semua bahan dan bukti kejadian,” kata Yessi menegaskan.

Baca Juga  Mulai Beroperasi 8 Februari 2021, Disaksikan Wako, Bayi Pertama Lahir di RSUD Bukittinggi

Sementara itu, Pendukung Kegiatan balap motor ini, Reki Afrino mengatakan jenazah korban segera dimakamkan setelah pihak keluarga datang ke rumah sakit.

“Pertama kami mengucapkan duka yang mendalam terhadap wafatnya almarhum sebagai insan balap roda dua, kami sebagai support by atau pendukung mendampingi pengurusan jenazah dari lapa­ngan, rumah sakit hingga ke rumah duka,” kata Reki.

Ia mengakui belum men­dapat informasi penuh terkait penyebab kecelakaan yang terjadi dan mengakibatkan korban tewas.

“Kami belum mendapat informasi terkait kronologis, saat ini fokus membantu pengurusan jena­zah,” katanya. (pry)