METRO SUMBAR

Dato’ Lembaga Luak Jelebu dan Lembaga Muzium Kunjungi Tanahdatar, Miliki Histori yang Erat, Perkuat Kerja Sama

0
×

Dato’ Lembaga Luak Jelebu dan Lembaga Muzium Kunjungi Tanahdatar, Miliki Histori yang Erat, Perkuat Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN NEGERI SEMBILAN— Bupati Tanah Datar Eka Putra menyambut kunjungan Dato’ Lembaga Luak Jelebu dan Lembaga Muzium Negeri Sembilan - Malaysia, Kamis (28/9) malam di Indojolito Batusangkar,.

TANAHDATAR, METRO–Sambut kunjungan Da­to’ Lembaga Luak Jelebu dan Lembaga Muzium Ne­geri Sembilan – Malaysia, Kamis (28/9) malam di Indojolito Batusangkar, Bupati Tanah Datar Eka Putra merasa sangat senang.

“Saya merasa se­nang atas kedatangan dan kun­jungan Dato’ dan puan ke Luhak Nan Tuo, semoga merasa betah dan bisa berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Tanah Datar,” ungkap Eka Putra.

Dikatakan Bupati Eka Putra, Tanah Datar memi­liki berbagai destinasi wisata, ada wisata adat, budaya, sejarah bahkan wisata bahari dan kuliner khas.  “Sesuai rencana rombo­ngan yang menyusuri adat dan asal usul kesamaan antar kedua daerah, di Tanah Datar ada wisata adat dan sejarah seperti Istano Basa Pagaruyung, Puncak Pato dan lainnya. Bahkan juga banyak wisata alam lainnya seperti Puncak Aua Sarumpun, Nagari Tuo Pariangan dan banyak lainnya yang bisa dikunjungi,” terangnya.

Bupati Eka Putra juga berharap dengan kunju­ngan rombongan nagari Sembilan ini, silaturahmi dan kerjasama antara ke­dua pihak bisa berlanjut dari berbagai bidang.

“Semoga silaturahmi kita bisa berlanjut ke de­pannya. Dan di kesempatan ini Saya juga mengajak sekiranya ada Saudara, dato’ dan puan yang memiliki rezki lebih dan ingin menginvestasikan modalnya di Tanah Datar, kita akan sangat senang dan akan memfasilitasi dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Iqbal Ramadi Pa­yana juga menyampaikan kedua daerah, yakni Tanah Datar dengan Negeri Sembilan tidak bisa dipisahkan, karena secara historis mem­punyai pertalian da­rah yang erat.  “Kedua daerah merupakan tempat bermukim masyarakat Minangkabau yang merupakan suku identik dengan ragam adat dan budaya­nya, Negeri Sembilan menjadi salah satu daerah tempat bermukimnya suku Minangkabau terbesar di Indonesia. Bahkan hubungan kedua daerah sudah terjalin hubungan baik,” sampainya.

Kemudian Iqbal juga mengajak, kepada rombongan yang datang ma­lam itu, untuk kembali ber­kunjung menghadiri Festival Pesona Minangkabau (FPM) yang bakal dilaksanakan minggu awal Desember 2023 esok.  “Insya Allah Desember esok akan di gelar festival adat di Istano Basa Pagaruyung, seperti yang di sampaikan pak Bupati, Saya juga mengajak Dato’ dan puan untuk hadir di acara tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Delegasi atau rombongan Yang Mulia Dato’ Menteri Sah Mangku Alam Raja Sari Mohammad Azmi Bin Abdul Aziz menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan yang diberikan.  “Menjadi kebaha­giaan bagi kami atas sambutan bapak dan ibuk semua, dan di kesempatan ini Saya juga mengajak pak Bupati dan jajaran untuk berkunjung ke Negeri Sembilan, dan Insya Allah akan kami jamu juga,” aku Mohammad Azmi Bin Abdul Aziz.

Diungkapkan dia, rombongannya berjumlah se­ti­­daknya 50 orang untuk lakukan kajian perbandi­ngan adat, budaya dan warisan Minangkabau de­ngan adat Perpatih Negeri Sembilan di Sumatera Ba­rat bersama Delegasi Pe­nyandang Pesaka Adat Luak Jelebu.  “Rombongan terdiri dari berbagai dinas di Negeri Sembilan seperti Lembaga Muzium, Perba­danan Perpustakaan A­wam Negeri Sembilan, bersama bapak-bapak pe­nyandang pesaka adat dan ibu-ibu soko penyandang pesaka adat Luak Jelebu,” tukasnya.

Turut hadir Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Alfian Jamrah, Kadis Kominfo Yusrizal, Kadis Koperindag Hendra Setiawan, Sekretaris Dinas Parpora Afrizal, Kabid Dinas Pendidikan Efri Dedy dan undangan lainnya. (ant)