AGAM/BUKITTINGGI

Cari Ikan di Danau Maninjau Berujung Maut, 5 Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Mengambang

0
×

Cari Ikan di Danau Maninjau Berujung Maut, 5 Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Mengambang

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan bernama Andri Rivandi (27) usai ditemukan mengambang di Danau Maninjau.

AGAM, METRO–Nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Da­nau Maninjau, Jorong Lubuak Kandang, Nagari Bayur, Keca­matan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, akhirnya berhasil ditemu­kan pada Kamis (28/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Namun saat ditemukan, nelayan itu kondisi­nya sudah meninggal dunia.

Korban bernama Andri Rivandi (27) yang sudah lima hari hilang ini, ditemukan setelah jasadnya mengambang di permukaan air danau yang lokasinya tak jauh dari titik korban di­perkirakan tenggelam. Tim SAR gabungan pun mengevakuasi jenazah kor­ban ke atas perahu karet.

Setelah itu, jenazah An­dri Rivandi dimasukkan ke dalam kantong mayat lalu dibawa ke daratan tepi danau. Melihat petugas yang menggotong kantong mayat dari perahu karet, orang tua maupun kerabat korban pun tak kuasa me­nahan tangis.

Saking histerisnya, orang tua korban tak tahan melihat putranya yang su­dah terbujur kaku. Warga yang berkerumun di lokasi, berusaha menenangkan orang tua korban. Jenazah korban selanjutnya digotong Tim SAR gabungan ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kapolsek Tanjung R­a­ya, Iptu Muzakar mengatakan, korban Andri Rivandi yang hilang sejak Sabtu (23/9) lalu, sudah berhasil ditemukan di Danau Maninjau, tepatnya di Maransi, Jorong Gasang, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya. Lokasinya berada tidak jauh dari lokasi ia pertama tenggelam.

“Setelah menemukan jenazah korban Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban ke luar Danau dan langsung dibawa ke rumah duka. Korban tidak dibawa ke rumah sakit mau­pun puskesmas atas permintaan keluarga korban,” kata Iptu Muzakar.

Baca Juga  Bukittinggi Berusia 241 Tahun, Momentum Refleksi Sejarah dan Arah Pembangunan

Dijelaskan Iptu Muzakar, terhadap jenazah korban tidak dilakukann visum maupun autopsi. Pasalnya, keluarga korban sudah meyakini korban meninggal karena tenggelam dan mereka juga telah meng­ikhlaskan kepergian korban menghadap Sang Khaliq.

“Menurut informasi da­ri pihak keluarga, korban dikebumikan di  pandam pakuburan keluarga pada hari ini (kemarin-red). Sementara itu pihak keluarga juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersusah payah mencari korban hingga ditemukan,” ujarnya. Sementara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pa­dang, Abdul Malik, mengatakan korban berhasil ditemukan pada pencarian hari ke-5. Korban ditemukan lebih kurang enam meter dari lokasi awal dilaporkan hilang.

“Randi ditemukan me­ngapung di permukaan danau di saat tim SAR ga­bungan tengah beristirahat pada pukul 03.30 WIB. Korban ditemukan de­ngan ca­ra menyisiri danau menggunakan perahu nelayan,” jelas Abdul Malik.

Abdul Malik menuturkan, setelah ditemukan, selanjutnya korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan pada pukul 06.00 WIB, dilakukan  debriefing kepada semua personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan ini.

“Selain dari Basarnas, personel yang membantu operasi ini dari PMI Kabupaten Agam, Polsek Tanjung Raya, BPBD Kabupaten Agam, Sapol Airud Ka­bu­paten Agam, Damkar Agam, dan masyarakat sekitar.Dengan ditemukannya korban, semua unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dan operasi SAR ditutup,” pung­kasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Muzakar mengatakan, informasi hilangnya korban diterima pihaknya pada pukul 10.00 WIB. Tim gabungan pun langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Baca Juga  Sambut Hari Lahir ke-80 Kejaksaan RI, Kejari Agam Gelar Aksi Donor Darah

“Saat ini kami masih mencari korban di lokasi. Menyisir tepian danau hingga ke tengah dengan perahu, hasilnya masih nihil sejauh ini,” kata Kapolsek.

Iptu Muzakar menuturkan, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, korban meninggalkan rumah untuk mencari ikan di Danau Maninjau pada malam hari menggunakan perahu. Setelahnya korban tak pulang lagi, hingga paginya, perahu korban ditemukan oleh dua petani keramba Jaring Apung (KJA) di Maransi, Jorong Gasang. Kedua saksi itu bernama Arif dan Billy.

“Saat itu kedua saksi ini hendak memeriksa atau bekerja di keramba mereka dan melihat perahu korban dalam kondisi kosong dan terombang-ambing di tengah danau yang berjarak 50 meter dari lokasi KJA,” ujarnya.

Selanjutnya, dikatakan Iptu Muzakar, kedua saksi mendekati perahu tersebut dan mencari keberadaan korban. Karena tak kunjung ditemukan orang yang membawa perahu itu, para saksi kemudian melaporkan hal tersebut ke warga sekitar hingga diteruskan ke Polisi.

“Kedua saksi sempat melakukan pencarian korban sekitar 30 menit. Karena tak berhasil ditemukan, mereka pun melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan Polsek Tanjungraya untuk ditindaklanjuti. Saat ini korban masih dalam pencarian tim ga­bungan,” jelasnya.

Iptu Muzakar mengatakan, kuat dugaan korban tenggelam saat mencari ikan.  Berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban, pekerjaan korban sehari-harinya memang mencari ikan pantau di Danau Maninjau untuk dijual. Namun begitu, pihak keluarga memastikan korban tidak memiliki riwayat penyakit epilepsi. (pry)