BERITA UTAMA

Kisah Penerima Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Gang Sempit RW 8 Indarung, Juara Kelas, Anak Kuli Dekor Miliki Impian jadi Dokter

0
×

Kisah Penerima Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Gang Sempit RW 8 Indarung, Juara Kelas, Anak Kuli Dekor Miliki Impian jadi Dokter

Sebarkan artikel ini
SENYUM BAHAGIA— Fajri Pratama (17) bersama ibunda tercinta, Martha Renny Lasari (38), tersenyum penuh kebahagiaan usai penerima bantuan biaya perlengkapan sekolah dari Forum Nagari Indarung.

PADANG, METRO–Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Martha Renny Lasari (38), saat melihat putranya mene­rima bantuan biaya perlengkapan sekolah, Sabtu (23/9), di kantor Forum Nagari Indarung. Fajri Pra­tama (17), yang masih menge­nakan seragam olahraga sekolah pun terlihat memegang amplop putih itu kuat-kuat. Matanya pun meno­leh ke sang ibunda yang berdiri tak jauh darinya.

FOTO BERSAMA— Sejumlah siswa penerima bantuan biaya perlengkapan sekolah yang tinggal di jalur Belt Conveyort RW 8 Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, berfoto bersama dengan jajaran pengurus Forum Nagari Indarung dan Staf CSR PT Semen Padang, usai menerima bantuan, di kantor Forum Nagari Indarung.

“Alhamdulillah, ban­tu­an ini sangat berarti bagi Fajri, putra saya. Tidak menyangka disaat kebu­tuhan sekolahnya belum bisa terpenuhi, ada ban­tuan uang pendidikan seko­lah hari ini,” ungkap Renny, saat diajak berbincang de­ngan POSMETRO.

“Ada uang LKS yang belum dibayar. Beli baju dan juga peralatan sekolah lainnya yang cukup ba­nyak,” lanjutnya.

Raut wajah Renny ter­lihat sumringah, berulang kali ia memegang tangan putranya. “Fajri pasti bakal semangat lagi belajar di sekolah, karena ia tahu ibu dan ayahnya tak ada duit,” lirihnya.

Renny sehari-hari ha­nyalah ibu rumah tangga yang tinggal di Gang Sem­pit atau di jalur Belt Con­veyort RW 8 Kelurahan Indarung, Kecamatan Lu­bukkilangan. Sedangkan sang suami, Zailan (40) asal Pasaman Barat, bekerja sebagai kuli dekor, di Sim­pang Kinol, Pondok, Keca­matan Padang Selatan.

Dengan upah sebagai kuli Rp75 ribu sehari dan rumah yang masih me­ngontrak, Renny mengaku bantuan yang didapat dari Forum Nagari Indarung senilai Rp300 ribu, mem­beri arti spesial. Renny mengusap kepala putra semata wayangnya.

“Ini adalah bantuan yang keempat dia terima untuk biaya pendidikan putranya itu. Sekarang, Fajri mengenyam pendi­dikan di SMAKPA. Itu ada­lah pilihan dia sendiri ingin sekolah kimia. Alham­du­lillah, dengan nilai rapor yang selalu bagus, ia bisa diterima di sekolah impian­nya tersebut,” imbuhnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Renny menceritakan jika sebelum melanjutkan pendidikan di SMAKPA, Fajri meminta izin dulu dan bertanya apakah ibunya punya uang atau tidak.

Ado pitih ma, Fajri nio masuak SMAKPA. Aji nio jadi dokter, ma…”

Mendengar ucapan put­­ra satu-satunya itu, se­bagai seorang ibu, ha­tinya luluh. “Ibu mana yang tak ingin mewujudkan cita-cita put­ranya. Dengan niat tu­lus, dan mengucapkan bis­mil­lah, saya meridhoi kei­nginan Fajri. Saya ha­nya percaya Allah pasti akan selalu mem­bantu ham­ba­nya, asal­kan selalu berusa­ha dan berdoa,” tutur Renny.

“Saya hanya selalu ber­pesan ke Aji (panggilan akrab Fajri), selalu menjadi anak sholeh, rajin belajar, shalat tepat waktu dan berbuat baik kepada se­mua orang. Insya Allah nanti Allah akan selalu membantu dari pintu mana saja. Seperti hari ini, saya diberi kabar ketua RT, jika Fajri menjadi salah seo­rang penerima bantuan pendidikan dari 50 anak yang berada di jalur Belt Conveyort RW 8,” lanjut Renny.

Sementara, Fajri me­ngaku juga bahagia dengan bantuan yang diterimanya. Siswa yang saat SMP itu, selalu juara dan berada di lokal unggul SMP 11 terse­but, mengaku dengan ban­tuan Forum Nagari Inda­rung, bisa meringankan beban orangtuanya.

“Bantuan yang dibe­rikan kepada saya sangat bermakna dan mendorong saya untuk semakin rajin lagi untuk sekolah, supaya bisa membanggakan orang tua nanti,” imbuh Fajri.

Senada dengan Fajri, senyum kebahagiaan juga dirasakan si kembar, Sya­fira Riana (12) dan Syarifa Riana (12). Murid kelas VI SDN 15 Kotolalang ini juga merupakan siswa yang beruntung karena men­dapat bantuan pendidikan.

Diana Yusrianti (34 ta­hun), ibu dari si kembar Syafira dan Syarifa, me­ngaku bantuan yang dite­rima merupakan bantuan untuk ketiga kalinya dari Forum Nagari. Wanita yang berjualan kebutuhan harian di rumah kontra­kannya, di Gang Sempit, jalur Bely Conveyort terse­but, menyebut sangat ter­to­long dengan uang Rp300 ribu dari Forum Nagari Indarung.

Dia mengaku, pengha­silan dari suaminya, Ridho Sumanto (39 tahun) seba­gai tukang ojek pangkalan tidak menentu. Apalagi dengan banyaknya ojek online, maka pendapatan suaminya itu juga ikut me­nurun.

“Suami saya hanya ngo­jek di pangkalan saja. Sekarang, semua kebutu­han mahal. Beras mahal, cabai, telur dan juga kebu­tuhan sekolah si kembar yang sudah duduk di kelas VI SD. Sebentar lagi me­reka juga mau masuk SMP tahun depan. Tentu, ban­tuan ini sangat berarti bagi kami,” tutur Diana, yang juga tinggal di rumah kon­trakan ini.

“Untuk si kembar saja, saya harus menyediakan uang Rp30 ribu sehari. Itu baru biaya kebutuhan se­kolahnya. Belum biaya lain-lain. Mudah-mudahan banyak orang baik yang mengulurkan tangan dan kebaikan untuk kami yang tak mampu ini,” lirihnya.

Bantuan Pendidikan Sejak 2018

Selain Fajri Pratama, dan si kembar Syafira Ria­na-Syarifa Riana, puluhan anak beruntung lainnya juga menerima bantuan biaya perlengkapan seko­lah, Sabtu (23/9) siang itu. Ada juga Nabil Abdilah S dan Naval Abdilah S, siswa SMA yang tinggal di Gang Sempit RT 02 RW 08 Kelu­rahan Indarung. Kemu­dian, Zaki Ikram, Naima Sabila, Zahfran dan pulu­han siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Terima kasih Forum Nagari Semen Padang. Terima kasih Semen Pa­dang,…” Begitu kalimat yang diucapkan anak-anak penerima bantuan per­lengkapan sekolah, meng­gema di ruangan kantor Forum Nagari Indarung.

Ketua Forum Nagari Indarung Edward didam­pingi Sekretaris Nuraidil, mengatakan bantuan pen­di­dikan sudah dilakukan sejak tahun 2018. Untuk tahun 2023 ini, dialokasikan dana sebesar Rp22 juta untuk 50 anak.

“Tahun 2022 lalu, hanya 36 anak yang menerima bantuan, masing-masing mendapat Rp250.000. Ta­hun ini, jumlah anak pene­rima meningkat menjadi 50 orang dengan nilai Rp300 ribu untuk tiap anak,” ung­kap Edward.

Sekretaris Forum Na­gari Indarung, Nuraidil menambahkan, program berkelanjutan sejak 2018 warga sepanjang jalur belt conveyort, mendapat ban­tuan biaya pendidikan. Un­tuk tahun ini, setiap sis­wa menerima uang Rp300 ribu.

Latar belakang dari bantuan ini, setelah dila­kukan social maping dari Forum Nagari Indarung, maka di jalur belt con­veyort perlu diban­tu orang tua dan siswa untuk biaya pendidikan sekolah.

“Dengan bantuan bia­ya pendidikan ini bisa membantu orang tua dan anak-anak yang tinggal di sana. Di tengah kebutuhan yang sangat banyak saat ini, kita berharap biaya perlengkapan sekolah ini bisa meringankan beban dari orang tua,” ungkap Nuraidil.

Dijelaskan Nuraidil, un­tuk tahun 2023 ini, Forum Na­gari Indarung menda­patkan dana TJSL senilai Rp250 juta. Selain untuk sektor pendidikan juga digunakan untuk kegiatan ekonomi, kepemudaan, pelatihan dasar securrity untuk mendapatkan ser­tifikat Gada Pratama. Se­lain itu, Forum Nagari In­darung juga membantu Bank Sampah Sejahtera Bersama di RW 05.

Dewan Pengawas Forum Nagari Indarung, Nis­fan Jumadil mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang sudah merespon apa yang di­minta oleh Forum Nagari.

“Dengan TJSL Semen Padang, ini adalah program yang sudah lama kami tunggu. Karena ini adalah kegiatan yang be­tul-betul bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan perusahaan. Karena masih banyak anak-anak belum beruntung dan terkendala dengan biaya pendidikan yang cukup mahal,” kata Nisfan Jumadil.

Aciak, panggilan Nis­fan, mengakatakan, apa yang dilakukan PT Semen Padang melalui TJSL dan melibatkan Forum Nagari sudah dirasakan manfaat­nya sekarang oleh masya­rakat lingkungan. “Seka­rang, semua program yang dibuat terukur dan sesuai dengan kebutuhan ma­syarakat. Selain itu, setiap kegiatan dari Forum Na­gari juga dievaluasi dan dipantau oleh tim monitoring dan evaluasi (monev) yang semuanya berasal dari unsur masyarakat. Dan, kita berharap bantuan in terus berkelanjutan, karena masyarakat pene­riman ini berada di ring I,” katanya.

Di sisi lain, Aciak berha­rap anak-anak penerima bantuan bisa menjadi sis­wa berprestasi di sekolah dan membanggakan orang tua. Dia juga mengim­bau para siswa untuk tidak terlibat tawuran yang bisa berisiko menghilangkan nyawa orang lain, bahkan diri sendiri.

“Sekarang, sebagai anak dan orang tua bagai­mana memanfaatkan ban­tuan yang ada untuk seko­lah. Ingatkan anak, untuk doakan selalu agar Semen Padang berjalan dengan baik, sehingga program bisa berjalan dengan baik pula,” pungkas Aciak.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang Iskan­dar Z Lubis mengatakan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingku­ngan (TJSL) yang bero­rientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Ber­ke­lanjutan (TPB), PT Semen Padang terus menyalurkan dana kepada pengurus Forum Nagari, termasuk di Forum Nagari Indarung.

Menurut dia, apa yang dilakukan Forum Nagari Indarung dengan mela­kukan social maping dan akhirnya memberikan ban­tuan biaya perlengakan sekolah kepada anak-anak yang tinggal di Jalur Belt Conveyort RW 08 Kelu­rahan Indarung adalah hal yang tepat. Bantuan pen­didikan ini adalah bukti bahwa PT Semen Padang melalui Forum Nagari ikut berperan serta dan peduli terhadap kebutuhan pen­didikan pelajar yang ku­rang mampu di lingkungan perusahaan.

“Kita tentu berharap dengan bantuan ini akan memotivasi anak-anak un­tuk lebih bersemangat da­lam belajar dan mencapai prestasi di sekolah,” kata Iskandar.

“Pesan kami kepada semua orang tua dan sis­wa, bantuan jangan disa­lahgunakan. Misalnya, buat cicilan motor, atau sem­bako. Tapi gunakan untuk kebutuhan atau biaya se­kolah anak,” lanjut dia.

Di sisi lain, diharapkan dukungan dari warga untuk tetap menjaga dan keberl­angsungan dari PT Semen Padang. Jika ada masalah di jalur sempit bisa di­koordinasikan dengan Forum Nagari Indarung de­ngan baik. (ren)