SOLOK/SOLSEL

Peningkatan mutu PMT Cegah Stunting, TP-PKK Kota Solok Lakukan Pembinaan Gizi

1
×

Peningkatan mutu PMT Cegah Stunting, TP-PKK Kota Solok Lakukan Pembinaan Gizi

Sebarkan artikel ini
PEMBINAAN GIZI—Peserta mengikuti kegiatan pembinaan Gizi 1000 HPK dan peningkatan mutu PMT untuk pencegahan stunting.

SOLOK, METRO–Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Solok melakukan Pembinaan Gizi 1000 HPK.  Selain itu juga melakukan peningkatan mutu PMT untuk pencegahan stunting. Kegiatan itu diikuti oleh kader Posyandu dan kader PKK dari Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Solok.

Ketua Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Ling­kungan Hj. Ely Umar Rivai menyampaikan, stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Salah satu cara untuk pencegahan stunting adalah pemenuhan Gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, Oleh karena itu stunting harus di cegah sejak dini,” ungkap Ely Umar Rivai.

Baca Juga  Belasan Wali Nagari Terima Penghargaan Kemendes PDTT

Dalam penanggulangan stunting, sebut Ely Umar Rivai,  PKK berperan sebagi agen perubahan untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai.

“Tentu dengan meningkatkan kesadaran ma­syarakat tentanf issue stun­ting, meningkatkan pola hidup sehat, mampu secara bersama sama me­nangani kasus stunting dengan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Narasumber yang dihadirkan, Irma Ratna Armaida, selaku Seksi Gizi Ma­syarakat dari Dinas Kesehatan Kota Solok menyampikan materi Menu dengan Gizi Seimbang pa­da 1000 HPK guna mencegah stunting.

Menurutnya, 1 dari 5 anak Indonesia mengalami stunting (21,6 persen berdasarkan SSGI 2022). Meskipun sudah mengalami penurunan dari angka 24,4 persen di tahun 2021, namun pemerintah menargetkan persentase stunting dapat turun menjadi 14 persen di tahun 2024.

Baca Juga  Sambut Kedatangan Paskibraka Nasional, Maulia Permata Putri, Wako Solok Meneteskan Air Mata

“Hasil Riset Kesehatan tahun 2018 bahwa 11,2% Stunting terjadi dalam Kandungan (Kekurangan Nutrisi saat ibu hamil, kelainan bawaan, Prematur, BBLR-KMK/ Kecil masa Kehamilan), 60,6% antara lahir sampai usia 2 tahun, “ paparnya.  (vko)