NANGGALO, METRO–Wako Padang Hendri Septa sudah mencanangkan program tahfiz, dimana setiap tamatan SD/MI dan SMP/MTs yang beragama Islam, wajib hafal minimal juz 30 Al Quran. Sejak dicanangkan pada pembukaan Pesantren Ramadhan 1443 H lalu, SDN 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo langsung melaksanakan program tahfidz tersebut.
Kepala SDN 06 Kampung Lapai, Ermawati, mengatakan terdapat 21 rombongan belajar (rombel) disekolahnya tersebut. Khusus untuk tahfidz, mereka mendatangkan guru khusus diantaranya, yaitu Ummi Suhaimi, bersama dengan guru agama lainnya Nurmaini, Erinawati, dan Novita Elia Roza.
“Semoga program tahfidz ini sukses pelaksanaannya dan barkah,” ujar Ernawati.
Guru tahfidz, Ummi Suhaimi menyebut bahwa peserta didik dan orang tua sangat mendukung kegiatan ini. Sehingga peserta didik bersemangat mengulang hafalan di rumah yang diajarkan guru di sekolah. Kemdian, menyetorkan hafalannya di sekolah saat kegiatan tahfidz setiap Sabtu.
“Orang tua turut mengingatkan anak-anak mereka di rumah untuk menghafal. Di samping itu peserta didik semakin bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlaq mulia, dan mencintai Al Quran sebagai pedoman hidup. Juga menyiapkan generasi emas Indonesia yang hidupnya berguna, dan terhindar dari perbuatan negatif, tidak bermanfaat,” kata Ummi Suhaimi kepada POSMETRO, Selasa (26/9).
Diterangkan Ummi Suhaimi, sejak awal diumumkan program tahfidz, peserta didik hampir setiap hari menyetor hafalan. Sehingga sampai sekarang sudah banyak yang hafal sekitar 30 surat dari 37 surat dalam juz Amma.
Dalam mengajarkan tahfidz , Ummi Suhaimi menggunakan lima metode. Pertama, metode Talqin/Talaqqi atau Tasmi’. Dimana Talqin/Talaqqi adalah guru membacakan ayat-ayat Al Quran yang akan dihafalkan, peserta didik mengulangi dan dihafalkan, sedangkan Tasmi’ adalah guru mendengarkan bacaan/hafalan peserta didik.
Kedua metode Muraja’ah yaitu peserta didik mengulang kembali hafalan agar tidak lupa. Kemudian, ketiga adalah Tikrar’, yaitu peserta didik membaca berulang ulang hafalan sampai benar-benar hafal.
Selanjutnya metode keempat, menghafalkan dengan menggunakan 5 jari tangan kanan. Kelima, yaitu menghafal dengan gerakkan dan arti. “Alhamdulillah, lulusan tahun 2022/2023 berhasil melaksanakan ujian komprehensif tahfidz dan mendapatkan sertifikat tahfidz untuk mendaftar ke SMP yang mereka inginkan, melalui jalur tahfidz,” ungkap Ummi. (jes)






