BERITA UTAMA

Walpri Kapolda Kaltara Tewas karena Tembakan Jarak Dekat, Peluru Tembus Dada hingga Punggung

0
×

Walpri Kapolda Kaltara Tewas karena Tembakan Jarak Dekat, Peluru Tembus Dada hingga Punggung

Sebarkan artikel ini
PEMAKAMAN— Prosesi pemakaman almarhum Brigpol Setyo Herlambang yang tewas di rumah dinas Kapolda Kaltara.

JAKARTA, METRO–Penyebab tewasnya Brigadir Polisi (Brigpol) Setyo Herlambang, pengawal pribadi (walpri) Kapolda Kaltara Irjen Daniel Aditya Jaya, akhirnya terungkap. Berdasar hasil otopsi, Brigpol Herlambang tewas setelah dada kirinya tertembus peluru dari jarak dekat.

Insiden yang terjadi di dalam kamar di rumah jabatan Kapolda Kaltara itu mendapat atensi khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kemarin mantan Kabareskrim tersebut memerintahkan kasus itu diusut tuntas dengan metode scientific crime investigation (SCI).

Sigitpanggilan akrab Kapolri mengatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kapolda Kaltara untuk mengusut kasus itu dengan cermat dan tuntas. “Hasilnya harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegasnya.

Kapolri juga telah memberi perintah kepada Bareskrim dan puslabfor untuk mendukung pengusutan secara forensik. Dengan demikian, hasil penanganan kasus bisa dipertanggungjawabkan ke publik. “Terutama ke keluarga (korban, Red). Polri harus selalu transparan,” ucapnya.

Dia melanjutkan, saat ini penyelidikan masih berjalan. Sigit tidak ingin tergesa-gesa menangani kasus tersebut. Proses otopsi baru dilakukan. Tim di luar otopsi juga bekerja. “Ini satu kesatuan yang nanti kesimpulannya dalam hasil penyelidikan, apakah ada unsur pidana atau unsur lain, akan didapatkan setelah rangkaian selesai,” terangnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kaltara Kombespol Budi Rachmat menyatakan, proses otopsi dipimpin oleh Kombespol Dr dr Sumy Hastry SpKF DFM. Diketahui terdapat luka tembak pada dada kiri yang menembus jantung, paru-paru, hingga punggung. “Luka tembak keluar di punggung,” ujarnya.

Baca Juga  Pemain dan Pelatih Minta Maaf

Dia mengatakan, jarak tembak yang sangat dekat membuat terjadi pendarahan hebat dan peradangan pada kandung jantung. “Luka tembak itu yang menjadi penyebab kematiannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin (24/9).

Dia menjelaskan, rekaman closed circuit television (CCTV) di rumah jabatan Kapolda Kaltara juga telah diamankan. Ditreskrimum, Bidpropam, dan labfor akan menganalisis rekaman tersebut. “Kami telah di-back up oleh Ba­reskrim,” terangnya.

Pada bagian lain, pengamat kepolisian ISESS Bambang Rukminto menuturkan, kelalaian saat membersihkan senjata dari pernyataan Kabidhumas Polda Kaltara itu cukup janggal. Pasalnya, Brigpol Herlambang adalah anggota Brimob dalam satuan Gegana. Apalagi, dia memiliki masa kerja minimal delapan tahun. “Seharusnya sangat paham menggunakan dan mengamankan senjata,” tuturnya.

Membersihkan dan me­ngamankan senjata api me­rupakan kemampuan dasar yang diberikan kepada personel. Sebelum akhirnya mendapatkan izin menggunakan senjata api. “Pro­sedurnya sebelum membersihkan senjata api itu memastikan tidak ada peluru tertinggal,” paparnya.

Cara memastikan senjata tidak ada pelurunya dengan menembakkan ke atas udara beberapa kali. Prosedur semacam ini seharusnya menjadi kebiasaan bagi personel yang diberi izin membawa senjata api. “Apalagi bagi anggota Brimob, prinsip kehati-hatian ini penting mencegah insiden,” jelasnya.

Baca Juga  Korsleting, Angkot Hangus Terbakar

Bambang menyebut, perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem kontrol dan pengawasan penggunaan senjata api. Evaluasi dan peningkatan pembinaan mental personel juga diperlukan. “Agar kasus tidak terulang,” urainya.

Yang paling penting, kepolisian harus terbuka mengusut penyebab kematian Brigpol Herlambang. Apakah benar kelalaian atau kesengajaan. “Keterbukaan ini penting untuk menjadi bahan evaluasi mendalam, tanpa keterbukaan sulit melakukan perbaikan,” terangnya.

Menurut Bambang, kepolisian harus memberikan pernyataan sesuai dengan SCI, hasil laboratorium forensik, dan otopsi. Hal itu diperlukan agar tidak timbul asumsi liar. “Kepolisian harus belajar dari kasus penembakan Brigadir Yosua,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, Walpri Kapolda Kaltara Brigpol Setyo Herlambang ditemukan bersimbah darah di rumah jabatan Kapolda Kaltara. Herlambang berada di kamarnya sendirian dan di sampingnya ditemukan senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi HS178837. Senjata tersebut merupakan inventaris dinas.

Jenazah lantas dilakukan visum luar di Rumah Sakit Tarakan dan otopsi dilakukan di Semarang atas permintaan keluarga. Otopsi dilakukan di RS Bhayangkara pada Sabtu (23/9) dan jenazah dikebumikan di Semarang. (jpg)