PADANG, METRO–Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumbar resmi meluncurkan aplikasi Sistem Layanan Pemenuhan Uang Terpadu (BI-SAHARA), Senin (25/9). Hadirnya inovasi berbasis digital tersebut untuk memudahkan nasabah untuk mendapatkan uang tunai layak edar dari perbankan.
Kepala BI Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra mengatakan, aplikasi ini merupakan inovasi BI Sumbar dan aplikasi BI-SAHARA merupakan sistem aplikasi pemenuhan kebutuhan uang kartal pertama yang ada di seluruh Indonesia.
“Lahirnya aplikasi ini dilatarbelakangi belum maksimalnya layanan pemenuhan uang layak edar kepada masyarakat, sehingga kami terus meningkatkan dari waktu ke waktu dengan inovasi-inovasi kreatif yang kekinian yaitu digitalisasi,” ungkap Endang yang akrab disapa Adang saat gran launching BI-SAHARA, di Marawa Beach Club.
Dijelaskan Adang, manfaat penggunaan BI-SAHARA bagi retailer adalah untuk pemenuhan uang secara maksimal, karena dapat melihat stok uang yang ada pada masing-masing bank,
“Bisa jadi, selama ini hanya terpaku pada stok 1 bank saja, kemudian pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal. Karena tersedianya seluruh pecahan dan sangat efektif dalam mencari informasi ketersediaan uang di perbankan, tepat waktu, dan terjadwal,” ujar Adang.
Adang menambahkan, manfaat penggunaan BI-SAHARA terhadap perbankan, adalah bisa mengurangi penumpukan uang di khazanah bank (idle money), kemudian memberikan layanan tambahan kepada masyarakat sebagai bagian dari marketing.
“Selain itu, pelayanan penukaran yang lebih efektif, terjadwal dan tepat waktu, sehingga membantu perbankan dalam memberikan pelayanan, tersedianya laporan serapan uang layak edar melalui sistem aplikasi BI-SAHARA, yang akan membantu dalam penyusunan estimasi kebutuhan uang, dan efisiensi anggaran dalam hal distribusi,” tutur Adang.
Adang mengungkapkan, BI-SAHARA menjadi alat bantu menjembatani kebutuhan retailer atau masyarakat dengan stok yang ada diperbankan. Retailer juga harus mampu berfungsi sebagai perpanjang tangan BI untuk menyalurkan uang layak edar ditengah-tengah masyarakat.
“Diharapkan dengan BI-SAHARA pemenuhan uang sebagai alat transaksi dapat dipenuhi secara maksimal. Perputaran uang juga semakin cepat untuk menghindari penumpukan uang di perbankan. Sirkulasi uang layak edar dengan durasi yang lebih lama di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Adang menuturkan, sebelum dilaksanakannya grand launching ini, pihaknya sudah melakukan uji coba BI-SAHARA ini. Ternyata, hasilnya sangat memuaskan, karena dalam satu bulan saja transaksi melalui aplikasi ini hampir Rp 1 miliar.
“Transaksi selama 1 bulan 177 transaksi, dengan total nominal transaksi 1 miliar. Sedangkan bank yang sudah bergabung sebanyak 23 bank, tapi yang saat ini sangat aktif baru 3 bank. Mudah-mudahan, ke depan semua bank sudah melayani nasabah retail menggunakan BI-SAHARA,” tukas Adang.
Sementara, pemilik Toko Irfan Kinali Pasbar, Suhail Filyan mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi BI-SAHARA ini. Pasalnya, ia bisa mengecek stok uang berbagai pecahan di bank tanpa harus datang ke bank.
“Biasanya, kalau kita ingin menukarkan uang, harus datang ke bank dan antrean. Kadang, sudah lama di bank, stok uangnya tidak ada. Jadi tangan kosong pulang. Kalau pakai aplikasi BI-SAHARA, kita bisa cek dulu stok uangnya baru datang ke bank. Terima kasih BI Sumbar yang sudah menghadirkan aplikasi ini,” tutupnya. (rgr)






