METRO PADANG

12 Tahun Selalu Tekan Angka Kemiskinan, Kota Padang Terendah Ketiga di Sumbar

0
×

12 Tahun Selalu Tekan Angka Kemiskinan, Kota Padang Terendah Ketiga di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Yenni Yuliza Kepala Bappeda Kota Padang,

Padang, metro–Angka kemiskinan Kota Pa­dang terbilang rendah. Di tahun 2022 lalu, dari seluruh kabu­paten/kota di Sumatera Barat, Kota Padang menjadi kota terendah ketiga angka kemiskinannya.

Berdasarkan data yang di­lan­sir BPS Sumatera Barat, di tahun 2022 lalu, angka ke­mis­kinan Kota Padang yakni 4,26 per­sen. Sedangkan daerah ter­tinggi angka kemiskinannya di Sumatera Barat yakni Kepu­lauan Mentawai dengan angka 13,97.

Angka kemiskinan Kota Pa­dang sebesar 4,26 itu merupakan terendah sepanjang 12 tahun belakangan ini. Tentunya hal ini cukup menggembirakan. Apa­lagi pada tahun 2020 hingga 2022 lalu, Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Fase dimana banyak pengangguran dan berada di titik nadirnya pere­kono­mian masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza menuturkan, banyak hal yang dilakukan dalam mengentaskan kemiskinan di sepanjang tahun 2022. Serta di beberapa tahun sebelum 2022. Langkah pasti yang selalu dilakukan Pemko Padang yakni melakukan monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan (Pronangkis).

“Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Padang yang diketuai bapak Wakil Wali Kota selalu melakukan koor­dinasi dalam penanggulangan kemiskinan, serta melakukan evaluasi secara berkala,” jelas Yenni Yuliza, Minggu (24/9).

Selain terus melakukan koordinasi dan evaluasi, Pemko Padang juga terus membina, menyemangati, serta mengembangkan eko­nomi kreatif dan UMKM yang ada. Dengan begitu, pelaku usaha dan ekonomi kreatif menjadi terpantik untuk terus berkreasi dan berinovasi. Serta terus menggeliatkan usahanya dengan beragam cara.

“Melalui dorongan yang kita berikan, otomatis mengurangi angka pengangguran dan meminimalisir angka kemiskinan,” jelas Yenny.

Program penanggulangan kemiskinan lain yang dilakukan Pemko Padang yakni memberikan layanan pengobatan masya­rakat miskin. Kemudian program rehabilitasi sosial. Bantuan santunan kematian, serta fasilitasi bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

“Kita juga melakukan pengelolaan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin,” ungkap Yenni Yuliza.

Program pemberda­ya­an sosial juga telah menyentuh masyarakat miskin. Pemko Padang melakukan program pelatihan kerja dan produktifitas tenaga kerja. Termasuk pemberian bantuan bibit dan benih ternak, benih ikan, serta program pengembangan UMKM.

Menariknya, Pemko Pa­dang tidak saja memberikan bantuan dan fasilitasi. Akan tetapi Pemko Padang juga meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni. “Serta meningkatkan infrastruktur sanitasi layak di lingkungan kawasan permukiman,” terang Yenni.

Kepala Bappeda me­nye­but, upaya ini terus dilakukan di tahun 2023. Termasuk di tahun 2024 nanti. Dengan begitu, diharapkannya tidak ada lagi kemiskinan di Kota Padang. (rel)