METRO SUMBAR

Peduli Tenaga Kerja Informal, Wako Serahkan BPJS ketenagakerjaan Kepada Nelayan

0
×

Peduli Tenaga Kerja Informal, Wako Serahkan BPJS ketenagakerjaan Kepada Nelayan

Sebarkan artikel ini
Usai penyerahan BPJS ketenagakerjaan sebagai simbolis, Walikota Padang bersama nelayan dan pejabat lainnya melakukan sesi foto bersama

PASIA NAN TIGO, METRO –Sebanyak 238 Nelayan tradisional di Kampung Nelayan, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendapat bantuan berupa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, dalam program ‘Walikota Menyapa Nelayan’ pada Jum’at, (22/9) sore.

Dalam kesempatan itu, Walikota Padang, Hendri Septa menyatakan bahwa bantuan yang diserahkan olehnya kepada para nelayan ini adalah hasil kerjasama dari Pemerintah Kota Padang bersama BPJS ketenagakerjaan. Para nelayan ini berasal dari Lima Kecamatan yang ada di Kota Padang, yakni Koto Tangah, Padang Utara, Padang Barat, Padang Selatan, dan Lubuk Begalung.

“Ini sudah dibagi sesuai proporsi, dengan begitu kita berharap dengan adanya BPJS dapat meringankan beban dari keluarga nelayan di Kota Padang, kita pemko Padang juga memikirkan keluarga-keluarga dari berbagai latar belakang,” sebutnya.

Sementara, saat ini Kota Padang memiliki sebanyak 7.570 orang yang berprofesi sebagai nelayan, terutama nelayan dengan menggunakan alat yang masih tradisional ketika melaut

Baca Juga  Waspada Kabut Asap, Keluar Rumah harus Pakai Masker 

“Semua itu insyaallah akan kita cover dengan bertahap, mohon kesabarannya. Tadi juga ada beberapa yang belum insyaallah bersama Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang kita akan data lagi, dan bekerja sama dengan instansi lainnya yang nantinya bisa mendata seluruh nelayan yang belum mendapatkan kartu BPJS,”

Nelayan yang berjumlah lebih dari 7 ribu orang itu tergabung dalam didalamnya 127 Kelompok Usaha Bersama (KUB), 89 kelompok budidaya ikan, dan 34 kelompok pengolahan dan pemasaran ikan.

Dijelaskannya lagi, dari tahun 2021 hingga 2023 ini sudah di serahkan sebanyak 955 Unit alat penangkap ikan seperti jaring, perahu, pancingan, dan peralatan penunjang nelayan lainnya. “Disamping itu bantuan uang sebesar 65 juta dan hibah berbentuk barang pengolahan perikanan sebanyak 128 unit,” tambahnya.

Baca Juga  Kembangkan Digitalisasi Ekonomi Daerah di Padang­paria­man

Menurutnya, dari segi geografis, Kota Padang memiliki keistimewaan bila dibandingkan dengan daerah lain seperti Solok, Bukittinggi, dan lainnya, karena di Padang, katanya, memiliki daerah perbukitan, Lautan, serta sungai-sungai yang cukup besar.

Sementara, salah seorang nelayan disana mengapresiasi Wako Hendri Septa, karena telah peduli dengan nasib-nasib nelayan, yang memiliki resiko tinggi ketika mengarungi lautan untuk mencari nafkah menghidupi keluarga.

“Dengan adanya BPJS ketenagakerjaan ini, bila kami sakit dan ingin berobat tidak perlu membayar lagi, artinya dapat meminimalisir pengeluaran kami, dan ini dapat memberikan sedikit ketenangan,” ungkap Syamsul.

Turut hadir pada kesempatan itu, Asisten Bidang Pembangunan dan Perkenomian Didi Ariyadi, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Alfiadi, Kepala Dinas Kominfo Boby Firman, Kabag Umum Harry Khrisna Mulya, Camat Koto Tangah Darmalis, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.(cr2)