BERITA UTAMA

Kebakaran Rumah di Tanjung Pauah, Aldi Tewas Terpanggang dalam Kobaran Api, Petugas Kewalahan karena Akses Jalan Sempit

0
×

Kebakaran Rumah di Tanjung Pauah, Aldi Tewas Terpanggang dalam Kobaran Api, Petugas Kewalahan karena Akses Jalan Sempit

Sebarkan artikel ini
TERPANGGANG— Tubuh korban bernama Aldi (18) yang ditemukan petugas Damkar dengan kondisi terpanggang di dalam rumah ditutupi dengan kain dan kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

PAYAKUMBUH, METRO–Satu unit rumah semi permanen di RT 01, RW 03, Kelurahan Tanjung Pauah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, ludes terbakar. Dalam peristiwa itu, satu orang dikabarkan tewas akibat terjebak dalam kobaran api.

Rumah semi permanen yang terbakar itu diketahui milik Epi Usman (48), dan Nopendri. Penyebab kebakaran berasal dari bagian dapur.  Korbannya bernama Aldi (18). Selama ini diketahui memiliki keterbelakangan mental.

Babinsa Kelurahan Tanjung Pauh, Sertu. Irwan Siregar mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi Kamis (21/9), siang sekitar pukul 11.30 Wib.

Warga yang mendapat informasi langsung berdatangan memberikan pertolongan. Namun karena besarnya api, warga kewalahan memadamkan dan langsung melaporkan kejadian itu ke pihak pemadam kebakaran.

Petugas yang mendapat informasi juga langsung menuju lokas. Namun, karena jarak yang ditempuh cukup sulit dan besarnya kobaran api yang cepat melahap seluruh bagian rumah,  menjadi kendala bagi petugas.

“Memang benar tadi ada korban yang meninggal dalam peristiwa kebakaran itu,” ujar Sertu. Irwan Siregar di lokasi kejadian.

Ia juga membenarkan jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban diduga meninggal karena terjebak di dalam api. Peristiwa ini diketahui saat etek korban melaporkan peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua LPM Kelurahan Tanjung Pauh, Doni Wardi. Katanya, peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui dari etek korban bernama El. Ia mengatakan api berasal dari bagian belakang atau dapur.

Warga sudah berupaya memberikan pertolongan dengan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tidak berhasil. “Api cukup besar sehingga tidak bisa cepat terpadamkan,” beber Doni.

Ia juga membenarkan proses pemadaman api dari petugas damkar semula terkendala karena jalan menuju lokasi kebakaran yang kecil, sehingga mobil pemadam yang digunakan terpaksa diganti dengan ukuran yang lebih kecil. (us)