SOLOK, METRO–Setelah verifikasi lapangan terhadap sarana dan prasarana pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, Pemko Solok mengadakan evaluasi persiapan penilaian Adipura. Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra mengatakan, Adipura merupakan motivasi untuk pengelolaan sampah di daerah. Penilaian lanjutnya kemungkinan dimulai di awal Oktober.
Sehingga dari sekarang semua akan mulai untuk membenahi seluruh titik pantau yang ada, seperti TPA Regional, Pasar Raya, Terminal, Bank sampah, Rumah Kompos, Kelompok Budidaya Maggot, beberapa sekolah yang akan dijadikan titik pantau, jalan, taman serta permukiman.
“Untuk pemukiman Laing perlu pembinaan dan pembenahan karena merupakan titik pantau baru, perkantoran, pertokoan, rumah sakit dan Masjid Agung Al Muhsinin. Dana pengelolaan daerah yang dikelola di Kecamatan dan Kelurahan digunakan untuk pengelolaan sampah nantinya,” ujarnya.
Dia mengingatkan agar setiap poin-poin penilaian dapat diperhatikan oleh seluruh stakeholder termasuk OPD terkait sehingga pada saat penilaian tidak terkendala dengan hal-hal yang tidak diinginkan.
Persoalan sampah bukan hanya permasalahan Pemko sendiri, namun merupakan permasalahan bersama. “Jadi mulailah benahi sampah dari rumah tangga dengan mengolah sampah itu sendiri, dan kita juga dapat melakukan Goro bersama agar persoalan sampah kita tertanggulangi,” tambahnya.
Pembenahan bisa dimulai dari kegiatan Goro bersama melibatkan seluruh OPD, pembersihan Salter dari Batang Lembang ke Jembatan Batik dan Salter Lukah Pandan agar melibatkan Dinas PU. “Masing-masing Dinas diharapkan menyiapkan tempat sampah terpilah, dan pembersihan spanduk/ baliho yang tidak terpakai oleh Satpol PP,” ujarnya. (vko)





