BERITA UTAMA

Demokrat Tak akan Paksakan AHY jadi Bacawapres Prabowo

0
×

Demokrat Tak akan Paksakan AHY jadi Bacawapres Prabowo

Sebarkan artikel ini
DEMOKTRAT— Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi kediaman Prabowo Subianto.

JAKARTA, METRO–Kepala Badan Pembina Organisasi Kade­ri­sasi dan Keanggotaan (BPOKK) Demokrat Herman Khaeron memastikan, pihaknya tak akan memaksakan ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Partai Demokrat akan mengikuti keputusan dari jajaran partai politik (par­pol) Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Ya kalau koalisi sudah memiliki atau sudah me­nen­tukan (bakal) cawapres ya tentu kita ikut saja,” kata Herman di Gedung DPR, Se­nayan, Jakarta, Selasa (19/9).

Meski demikian, De­mok­rat tetap akan mem­per­siapkan AHY bila nan­tinya memang parpol di Koalisi Indonesia Maju menunjuknya menjadi ba­kal cawapres.

“Tapi kalau kemudian Mas AHY diminta untuk menjadi (bakal) cawapres ya kami siap,” ucap Herman.

Ia menyatakan, pihak­nya akan mengikuti alur yang akan diputuskan oleh seluruh parpol terkait pe­milihan bakal cawapres.

“Secara rasional, tentu kami akan mengikuti saja terhadap kesepakatan ko­a­lisi yang sudah dibangun, dan apa yang sudah di­sam­paikan kepada ketua umum,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekreta­ris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengata­kan, Agus Harimurti Yu­dho­yono akan mengu­mum­kan dukungannya ke bakal capres Prabowo Su­bianto di Pilpres 2024 pada Kamis (21/9). Pengumuman itu akan disampaikam da­lam agenda rapat pim­pinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat.

Sementara, Dosen Il­mu Politik dan International Studies Universitas Para­madina Ahmad Khoi­rul Umam menga­takan, sete­lah mendukung Prabowo, ada tantangan yang diha­dapi Partai Demokrat. Yak­ni, bagaimana meletakkan konsep dan tagline peru­bahan untuk perbaikan yang mereka usung, agar bisa melebur dengan se­mangat keberlanjutan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Jika Demokrat bisa men­jelaskan konsep peru­bahan dan perbaikan seba­gai manifestasi dari kon­sep change and continuity, maka tidak ada kendala untuk melebur dengan ko­a­lisi pengusung Prabowo.

Artinya, di atas kertas, Prabowo kembali mengan­tongi dukungan besar de­ngan akumulasi kekuatan kursi parlemen di atas 45 persen. Sementara itu, ke­kuatan partai-partai pen­­dukung Anies-Muhaimin hanya 29 persen dan pe­ngusung Ganjar Pranowo masih berpuas diri dengan dukungan 25 persen. (jpg)