AGAM, METRO–Mobil Daihatsu Xenia hancur ditabrak truk tronton yang gagal menanjak di pendakian kodok, jalan lintas Bukittinggi-Medan KM 10, Jorong Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Minggu (18/9) sekitar pukul 22.00 WIB.
Beruntung, insiden nahas itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, mobil Daihatsu Xenia dengan pelat nomor BA 1951 IX mengalami kerusakan yang sangat parah. Bagian depannya ringsek hingga membuat mobil itu tidak lagi berbentuk.
Mobil Xenia berwarna putih itu tersandar ke tebing jalan dengan posisi keempat rodanya menghadap ke samping, akibat dihantam bak belakang truk tronton BK 9977 XA. Selain itu, kecelakaan tersebut juga menimbulkan kemacetan karena truk tronton berhenti menyamping menutupi badan jalan.
Tak lama berselang, Senin dini hari (18/9), personel Satlantas Polresta Bukittinggi datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, petugas bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap truk tronton agar tidak menganggu akses lalu lintas kendaraan.
Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP Ghanda Novidiningrat mengatakan, kecelakaan itu berawal truk yang datang dari arah Medan menuju Bukittunggi tak kuat menanjak di pendakian yang cukup terjal dan ramai kendaraan di daerah itu.
“Saat itu, truk sopir sudah menginjak rem tapi tidak berfungsi, sedangkan kernet truk telah berupaya mengganjal roda bagian belakang dengan menggunakan balok kayu agar tidak meluncur turun mundur. Namun, karena beban truk yang berat, balok kayu yang dijadikan ganjal malah hancur tergiling,” ungkap AKP Ghanda.
Setelah itu, dikatakan AKP Ghanda, truk malah melaju mundur lalu menghantam mobil Daihatsu Xenia hingga membuat mobil tersebut hancur. Namun, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa, karena sopir minibus Agustia Rahmat berhasil menyelamatkan diri sebelum tertabrak.
“Jadi, sopir minibus saat melihat truk tronton meluncur, langsung melompat keluar dari mobil. Sayangnya, mobil minibus itu rusak parah karena tergencet truk dan tebing di sisi jalan,” kata AKP Ghanda.
AKP Ghanda menjelaskan, setelah mendapat laporan, personel Satlantas Polresta Bukittinggi langsung mengevakuasi kedua kendaraan dan dibawa ke Mapolres. Selama proses evakuasi, sempat terjadi kemacetan panjang di jalan raya yang menghubungkan banyak daerah antara Sumbar dan Sumut.
“Dengan adanya kejadian ini, kami meminta kewaspadaan tinggi kepada pengguna jalan di lokasi rawan kecelakaan itu meskipun operasi penertiban jarang digelar di Palupuh. Jalur berbelok dan penuh tanjakan disertai penerangan jalan yang minim sangat rawan terjadinya kecelakaan di daerah Palupuh ini,” tutupnya. (pry)






