POLITIKA

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berbasis Pemula, Langkah Awal Membentuk Pemilih Cerdas dan Bertanggungjawab

0
×

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berbasis Pemula, Langkah Awal Membentuk Pemilih Cerdas dan Bertanggungjawab

Sebarkan artikel ini
Syarif Hidayatullah Komisioner KPU Pasbar

PASBAR, METRO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menilai, peran pemilih pe­mula pada Pemilu 2024 sangat penting sebagai pelopor gerakan moral anti politik uang, tidak menyebar berita bohong dan isi sara atau suku, agama, ras, dan antar golongan.

“Dengan pentingnya peran pemilih pemula itu, maka sosialisasi terus kita tingkatkan terutama ke sekolah-sekolah,”ujar Komisioner KPU Pasbar Sya­rif Hidayatullah, Senin (18/9).

Dikatakan oleh Syarif, salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Pasbar yaitu pada Sabtu (16/9) yang lalu, dimana KPU Pasbar menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis pemula untuk Pemilu 2024 di SMAN 1 Luhak Nan Duo.

Menurutnya tujuan sosialisasi adalah memberikan pemahaman dan informasi kepada pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. “Sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis pemula ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam membentuk pemilih yang cerdas dan bertanggung ja­wab,”katanya.

Baca Juga  Bawaslu Bukittinggi Deklarasi Kampung Pengawasan Pemilu

Ia mengharapkan pemilih pemula tidak hanya memberikan suara pada pemilu 2024 nanti, tetapi me­la­kukan berbagai peran pada seluruh ta­ha­pan sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang. “Peran aktif pemilih, serta betapa pentingnya partisipasi dalam me­milih pemimpin yang tepat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia memotivasi para siswa dan peserta lainnya untuk memahami bahwa setiap suara memiliki kekuatan dalam membentuk masa depan bangsa.

“Generasi muda di SMAN 1 Luhak Nan Duo dan masyarakat umum dapat terlibat secara aktif dalam pemilihan mendatang, menghasilkan pe­mimpin yang sesuai dengan keinginan dan aspirasi mereka,” harapnya.

Ia menjelaskan pada Pemilu 2024 nanti di Pasaman Barat akan didominasi pemilih muda rentang usia 17-43. Dari Daftar Pemilih­ Tetap (DPT) 296.254 orang maka dido­minasi pemilih mu­da hingga 64,64 per­sen atau sekitar 191.490 orang.

Ia mengatakan dari 191.490 orang itu jumlah laki-laki 97.229 orang dan perempuan 94.261 orang. “Anak muda menjadi penentu yang tidak bisa diabaikan pada Pemilu 2024 nanti,” katanya.

Baca Juga  Ubah Syarat Usia Cakada, 3 Hakim MA Dilaporkan ke KY

Pemilih pemula itu rata-rata berusia 17-21 tahun sehingga sosialisasi pengetahuan untuk mereka perlu ditingkatkan. “Pemilih muda merupakan penentu masa depan bangsa, sehingga keterlibatan mereka sangat penting dalam proses demokrasi,” katanya.

Ia merinci pemilih kelahiran 1964 kebawah berjumlah 36.856 orang yang terdiri dari laki-laki 16.724 orang dan perempuan 20.132 orang atau 12, 44 persen.

Kemudian pemilih kelahiran 1965-1979 jumlah pemilih 67.908 orang yang terdiri dari laki-laki 33.646 orang dan perempuan 34.262 orang atau 22,92 persen.

Kelahiran 1980-1994 jum­lah pemilih 94.777 orang terdiri dari laki-laki 47.855 orang dan perempuan 46.922 orang atau 31,99 persen.

Lalu pemilih kelahiran 1995-2007 berjumlah 96.713 orang terdiri dari laki-laki 49.374 orang dan perempuan 47.339 atau 32, 65 persen. (end)