PESSEL, METRO–Hingga hari kedua, Tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan kapal pengangkut barang yang membawa dua Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang kontak saat melintasi perairan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Jumat (15/9).
Dua ABK yang hilang kontak tersebut bernama Tedi Harianto (42) dan Reno (31). Mereka dilaporkan hilang kontak usai berangkat dari Muara Batang Kapas menuju Pulau Karabak Kecil pada Kamis pagi (14/9).
“Hari pencarian kedua ini, kami melakukan penyisiran di perairan wilayah Kabupaten Pessel. Sayangnya, pencarian belum membuahkan hasil. Pencairan kami lanjutkan pada Sabtu (16/9) pagi,” kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik saat dikonfirmasi.
Abdul Malik mengatakan, pihaknya melakukan pencarian hingga 20 nautika mil (NM) atau sekitar 37 kilometer dari titik dua ABK tersebut dilaporkan hilang kontak.
“Hasilnya tetap, masih nihil, dua ABK itu belum diketahui keberadaannya. Kami akan terus melakukan pencarian semaksimal mungkin dan area pencarian akan semakin diperluas,” ujarnya.
Ditambahkan Abdul Malik, petugas SAR Gabungan menerima informasi kejadian pada Kamis (14/9) siang pukul 11.15 WIB. Pihaknya langsung mengerahkan personel ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Ada dua kapal pengangkut barang yang berangkat, namun yang sampai di Pulau Karabak Kecil hanya satu unit, sementara satu lainnya hilang kontak,” katanya.
Selain Basarnas, kata Abdul Malik, sejumlah instansi pendukung lainnya ikut membantu melakukan pencarian. Di antaranya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), insan kebencanaan, nelayan dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, kapal pengangkut barang yang berangkat dari Muara Batang Kapas menuju Pulau Karabak Kecil dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Pesisir Selaran, Kamis (14/9). Diketahui, kapal itu berisi dua orang Anak Buah Kapal (ABK).
“Informasinya, ada dua kapal pengangkut barang berangkat dari Muara Batang Kapas menuju Pulau Karabak Kecil. Sesampai di Pulau Karabak Kecil, hanya satu unit kapal yang sampai. Sedangkan satu unit kapal lainnya belum kembali sampai saat ini,” kata Abdul Malik. (rio)






