METRO SUMBAR

Pemko Sawahlunto Bantu Pengembangan Komoditi Jagung 150 Hektare 

0
×

Pemko Sawahlunto Bantu Pengembangan Komoditi Jagung 150 Hektare 

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto mem­berikan bantuan sarana produksi (saprodi) pe­ngembangan komoditas jagung dengan total luas 150 hektare kepada 38 ke­lompok petani, di Aula Ba­lai Penyuluhan Pertanian, pada Jumat (15/9).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sa­wahlunto Heni Purwaningsih menyampaikan bantuan saprodi tersebut terdiri dari empat jenis. “Ini bantuannya bersifat lengkap, jadi tidak hanya bantuan benih namun juga ada sarana pendukung. Yaitu paket bantuannya terdiri dari benih jagung hibrida, pupuk NPK, pupuk hayati cair dan pestisida,” ujar Heni merinci.

Heni mengungkapkan sekarang kebutuhan jagung terus meningkat diiri­ngi dengan kenaikan harga pasar, hal ini menjadi peluang bagi petani Sa­wahlunto untuk mengembangkan komoditas jagung tersebut.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyebut bantuan itu wujud perhatian, keberpihakan dan dukungan Pemko Sawahlunto terhadap petani.  “Sektor pertanian merupakan sa­lah satu kekuatan ekonomi produktif masyarakat yang selalu kita perhatian dan kita berikan berbagai program bantuan. Alhamdulillah sekarang dengan sinergi ke pemerintah pusat dan provinsi, dari APBN diperoleh bantuan saprodi jagung ini untuk Sawahlunto,” kata Wali Kota Deri.

Wali Kota Deri Asta berpesan agar para petani penerima bantuan tersebut segera menanam dan merawat benih jagung hib­rida tersebut. “Segera ta­nam, rawat sepenuh hati dengan memberikan pupuk dan pestisida yang telah disediakan. Kalau ada keraguan atau kendala silahkan segera berkoordinasi de­ngan penyuluh pertanian di desa masing-masing,” kata Wali Kota Deri.

Wali Kota Deri kemudian mengarahkan DKP3 beserta jajaran penyuluh pertaniannya agar mendampingi kelompok-kelompok tani penerima bantuan itu dengan maksimal. “Monitor terus perkembangannya, jadi kita bisa antisipasi kalau ada gangguan pada jagung yang telah ditanam. Sehingga nanti bisa hasil panennya bagus,” kata Wali Kota Deri Asta. (pin)