SAWAHLUNTO, METRO–Diduga tak sengaja didorong oleh temannya saat bercanda, seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Sawahlunto terjatuh dari teras sekolah setinggi kurang lebih 2,5 meter. Akibatnya, siswa tersebut mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 07.15 WIB, sebelum kegiatan PBM (Proses Belajar Mengajar) dimulai. Diduga, jatuhnya siswa itu akibat teras sekolah tidak dipasang pagar pengaman, meski terasnya sangat tinggi.
Terkait insiden itu, wartawan POSMETRO mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak sekolah MTsN II Sawahlunto dan mewawancarai Wakil Kepala Sekolah Melita. Kepada wartawan, Melita membenarkan adanya siswa yang terjatuh.
“Iya benar ada siswa kami dari kelas 7 E terjatuh dari teras sekolah yang berada pada ketinggian. Lokasinya berada di seberang kantor Kepsek dan Tata Usaha (TU),” kata Melita, Rabu (13/9).
Dijelaskan Melita, kronologisnya siswa yang berinisial “As” sedang bercana dengan dua orang temannya di teras tersebut, sebelum kegiatan PBM dimulai. Karena asyik bercanda, tidak sengaja terdorong oleh temannya sehingga terjatuh ke bawah tebing.
“Akibatnya, ada luka robek di elinga korban dan mengeluarkan darah. Kejadian tidak terduga ini membuat kami para guru yang sedang sibuk di gerbang sekolah menyambut murid yang datang menjadi terkejut, alias kaget sehingga As langsung kami angkat dan larikan ke RSUD Sawahlunto,” ujarnya.
Melita mengakui kondisi dari teras sekolah yang berada di ketinggian tersebut belum berpagar. Pascakejadian jatuhnya siswa baru ditutupi oleh pot-pot bunga. Rencananya, pihaknya buat pagar dalam waktu dekat ini.
“Saat kejadian beberapa guru baru tiba di sekolah dan sedang berberes untuk kegiatan PBM dan berada di gerbang sekolah, jadi tidak ada yang melihat peristiwa tersebut. Tapi untuk mengetahui kebenaranya kami melihat rekaman CCTV Sekolah MTsN II Sawahlunto,” ucapnya.
Melita mengungkapkan pascakejadian dan setelah diperiksa oleh pihak RSUD baik secara Rontgen bahwa kondisi As hanya mengalami luka luar pada bagian telinganya, dan bahunya retak sehingga tangan dari As harus digendong kesebelah tangan yang satu lagi.
“Saat ini As sudah pulang kerumah dan kondisi tangannya masih menunggu kesembuhan baru bisa sekolah. Sedangkan teman korban dikenai sanksi dengan membuat perjanjian dengan pihak sekolah dan disaksikan oleh kedua belah pihak,” kata dia
Namun, di sela-sela wawancara, Melita sempat melarang Posmetro untuk tidak memberitakan peristiwa naas ini. Dan menelepon Kepsek MTsN II Sawahlunto Tatis Arni dan melaporkan kedatangan wartawan.
Terpisah, Kemenag Sawahlunto Dedi Wandra yang dikonfirmasi terkait peristiwa naas di MTsN II Sawahlunto mengakui pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut.”Saya baru dapat informasi pagi ini, Rabu (13/9), setelah ada laporan dari pihak sekolah MTsN II Sawahlunto,” tutupnya. (pin)






