AGAM, METRO–Setidaknya sekitar tiga puluh tahun warga menanti pembangunan jalan lingkung yang menghubungkan tiga nagari, di Padang Tangah, Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto, Silungkang, Kecamatan Flambayan, Kabupaten Agam, akhirnya terwujud. Sebelummya warga kesulitan membawa hasil pertanian untuk dijual. Namun dengan rampungnya pengerjaan jalan yang dikerjakan langsung oleh masyarakat secara bergotongroyong tersebut warga petani yang berada di tiga nagari itu berterimakasih.
Ketua Pemuda Padang Tangah, Nagari Tigo Koto, Silungkang, Kelana Mahendra, kepada POSMETRO mengaku dengan pembuatan jalan lingkung yang dilaksanakan oleh CV Ramadhan Primadhona, pemiliknya merupakan anak nagari setempat, sudah sesuai dengan kehendak para warga, khususnya para petani kita.
“Tiga puluh tahun lebih lamanya kami mendambakan jalan lingkungan apik yang bisa membawa hasil pertanian ke kota atau ke daerah lain untuk di jual. Apa yang ditunggu tunggu akhirnya dikabulkan Allah SWT melalui anggota DPRD Sumbar Hj Artati SH MH. Kini jalan yang kita impikan itu sudah rampung dan mulai di lalui para petani kita,”kata Mahendra.
“Alhamdulillah, dengan niat tulus seorang anggota DPRD Sumbar Hj Artati, langsung menjemput aspirasi warga ke lokasi, akhirnya pembangunan jalan lingkung itu tercapai. Kami juga berterimakasih pada pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Pertanahan (DPRKPP) Provinsi Sumbar selaku pengawas,” timpal Kelana Mahendra.
Sementara itu Wali Nagari Tiga Koto, Silungkang, Doni Chender mengaku sangat puas dengan hasil pekerjaan jalan lingkung yang sangat bermanfaat bagi warga petani, khususnya. Bayangkan sebelum jalan ini dibangun, biaya transportasi untuk membawa hasil pertanian, sangat tinggi. Apalagi saat hujan lebat maka jalan sepanjang 109 meter dibangun 112 meter dengan lebar 2,5 meter itu selesai Agustus lalu. Pengerjaannya sesuai kontrak dengan ketentuan yakni 60 hari.
“Bagi nagari dengan selesainya pembangunan jalan itu merupakan aset bagi kami. Aset nagari yang kami jaga nanti,” tutur Doni Chender.
Dikatakan Doni, sebelum pembangunan jalan, masih jalan setapak dari tanah. Justru para pemuda yang awalnya melalukan pembersihan jalan.
Dulunya pembangunan jalan itu sempat gagal, namun berkat kegigihan warga dan pemuda setempat, saat tim dari DPRKPP Sumbar turun ke lapangan, maka pembangunan jalan terlaksana dengan baik. “Kini jalan itu sangat bagus, tak ada persoalan bagi warga. Mengapa kami sebut demikian, karena pembuatan jalan itu warga sendiri yang berjibaku bergotongroyong sehingga tercapai pembangunan jalan lingkung itu,” ujar Doni.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat yang juga mantan Wali Nagari Alfendi Iskad mengaku, puas dengan pembangunan jalan itu. Saya atas nama warga mengaku puas. Tak hanya jalan lingkung itu saja dibangun, jalan usaha tani, dam, riol dan tempat pembuangan sampah pun dibangun. Kini kampung kami menjadi asri.
“Untuk itu sekali lagi, saya selaku mantan Wali Nagari, dan atas nama masyarakat berterimakasih kepada Hj Artati. Tak hanya itu kepada tim pengawas DPRKPP Sumbar yang banyak jasanya terhadap kampung kami ini, kini menjadi bersih dan bertambah maju,” tuturnya. (ped)






