Laporan: Efanurza Kota Pariaman
Menjelang akhir masa jabatan Walikota Pariaman H Genius Umar berpasangan dengan Wakilnya, Mardison Mahyuddin . Pasangan Gama saat Pilkada lima tahun yang lalu semenjak dilantik hingga kini terus berkomitmen dalam memajukan Kota Pariaman untuk lebih baik lagi. Lihat saja, kemarin, dari penilaian di lapangan banyak point plus yang ditemukan pada indikator-indikator dari sembilan tatanan yang telah dipenuhi Kota Pariaman sebagai syarat mendapatkan penghargaan kota sehat di Indonesia.
Figurenya dimulai dari kepemimpinan dari Walikota Pariaman. Semua itu disampaikan Ketua Tim Verifikasi Pusat Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2023 untuk Kota Pariaman, Dewi Marlina. Beliau merupakan Ahli Madya Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) Ditjen P2P Kemenkes RI, didampingi Muhammad Ilham Pratama dari Kemendagri.
“Kunjungan kami ke Pariaman untuk memastikan sejauh mana indikator-indikator dari 9 tatanan yang kita tetapkan telah dipenuhi oleh Kota Pariaman, sebagai syarat untuk mendapatkan penghargaan Kota Sehat di Indonesia,” ujarnya, dalam agenda FGD atas hasil penilaian fisik dan menvalidasi secara langsung atas pelaksanaan indikator dari sembilan tatanan penyelenggaraan KKS secara berkelanjutan.
“Kami melihat banyak hal yang positif dan sesuai dengan penilaian akan tatanan dari KKS yang kami temui di Kota Pariaman, walaupun ada beberapa catatan kecil untuk segera diperbaiki, tetapi secara umum, semua penilaian sangat bagus, mulai dari document yang disampaikan maupun yang kami validasi langsung ke lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar menuturkan penyelenggaraan kota sehat dari segi tatanan pemerintah Kota Pariaman telah melakukan berbagai upaya sebagai indikator pokok dan pendukung seperti tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, pasar, satuan pendidikan, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas jalan, perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana.
“Kami mempunyai komitmen untuk terus berbuat dalam rangka mencapai kota sehat, dan keterbatasan anggaran yang kita punya bukan alas an untuk kita tidak berinovasi, sehingga dengan kerja Bersama seluruh OPD dan Stakeholder, kita tentu berharap pada tahun ini ada peningkatakan dari hasil penilaian Kota Sehat yang sebelumnya baru Swasti Saba Padapa, di tahun 202 ini, target Swasti Saba Wistara yang kita inginkan, dapat tercapai hendaknya,” ujarnya.
Genius juga berharap, disisa 1 bulan masa aktif dirinya sebagai Walikota Pariaman, kiranya Kota Pariaman dapat mendapat kado manis dengan penghargaan Kota Sehat yang naik kelas menjadi Swasti Saba Wistara, dan tentunya hal ini berkat kerja keras kita semua, untuk itu dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaranya, yang telah bekerja ekstra untuk membangun Kota Pariaman menjadi lebih maju dan lebih baik lagi.
Berdasarkan Radiogram Sekretaris Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 400.5/9415/Bangda tertanggal 28 Agustus 2023, perihal Kabupaten/Kota terpilih yang dilakukan kunjungan lapangan verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) tahun 2023, dimana Kota Pariaman akan dikunjungi tim Verifikasi Pusat dalam rangka Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat Nasional tahun 2023.
Sekda Yota Balad menerima kunjungan dari Tim Verifikasi Pusat dalam rangka Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat Nasional tahun 2023 di Kantor Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman.
Yota Balad menyambut baik terpilihnya Kota Pariaman menjadi kota yang divalidasi fisik sebagai kota sehat. Ia meminta kepala OPD terkait memfasilitasi tim yang berasal dari Kemenkes dan Kemendagri tersebut selama melakukan verifikasi agar tidak menemui kendala di lapangan.
Ketua Tim Verifikasi, Dewi Marlina yang merupakan Ahli Madya TSL di Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen P2P Kemenkes menyebutkan, Tim Verifikasi KKS Pusat telah melakukan verifikasi dokumen terhadap 173 Kabupaten/Kota dari 29 provinsi yang mengikuti verifikasi KKS Tingkat Nasional tahun 2023. “Ada beberapa tahapan yang harus diikuti seperti penilaian dokumen, verifikasi virtual dimana kita sudah melakukan diskusi dan dialog-dialog,” ujarnya. (**)






