KHATIB, METRO–Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang akan menggelar pasar murah untuk menekan kenaikan sejumlah harga bahan pkok saat ini. Masyarakat pun diminta untuk tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan, karena stok bahan pangan di Kota Padang masih dalam kendali.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang, Suhendri Barkah, menegaskan ketersediaan stok bahan pangan saat ini masih banyak dan telah dikondisikan dinas terkait. “Masyarakat tidak perlu panik, stok komoditi pokok kita masih cukup. Jadi berbelanjalah sewajarnya, tidak usah membeli bahan makanan dalam jumlah banyak untuk stok pribadi,” ungkap Suhendri, Senin (11/9).
Dijelaskannya, pada Rabu (13/9), Pemko Padang akan menggelar pasar murah di Balaikota Padang, Aie Pacah. Berbagai komoditi bahakn pokok akan dijual, diantaranya beras, minyak goreng dan kebutuhan dapur lainnya.
“Mengenai pengadaan operasi pasar, dalam setiap minggunya kami akan mengadakan di setiap kecamatan di Kota Padang. Sekarang, diawali dari Balaikota Padang. Selanjutnya, juga dilaksanakan di RTH Imam Bonjol yang serentak dengan acara mewarnai gambar anak-anak TK, yang melibatkan Bulog dan SPHP (Stabilitasi Pasokan dan Harga Pasar),” ungkapnya
Untuk diketahui, saat ini, harga beras di pasar tembus harga seharga Rp16.000 per kg. Kemudian, beras IR 42 Pesisir Selatan Rp15000 per kg, beras IR 42 Padang (Rp15.000 per kg). Kemudian, beras IR 42 Muara Labuah (Rp15.250 per kg), beras IR 42 Pariaman (Rp14.750 per kg). Selanjutnya, untuk beras Anak Daro dijual Rp16.500 per kg, beras Sokan Solok Rp18.000 per kg, beras Kuriak Kusuik Rp16.500 per kg.
Untuk harga beras dengan karung ukuran 10 kg rata-rata untuk kualitas bagus, yakni Sokan Solok dijual kisaran harga Rp165.000 hingga Rp 170.000. Sementara untuk kualitas sedang seperti Anak Daro Rp160.000.
Salah seorang pedagang beras, Dedi, menyebut harga beras memang terus naik. Kenaikannya jauh melonjak dibanding Agustus lalu. “Kemungkinan harga beras akan terus naik. Ini juga terjadi untuk daerah lain,” sebut Dedi.
Kenaikan harga beras, menurut Dedi, sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, bahkan sebelum lebaran Idul Fitri. Namun, kenaikannya tidak terjadi signifikan seperti di awal September ini.
“Beberapa bulan lalu sudah terjadi kenaikan harga beras ini. Dan, memang sejak naik tidak turun lagi. Biasanya, harganya bisa turun jika kondisi petani di kampung panen serentak. Namun, entah kenapa, pada tahun 2023 ini, setelah naik, harga beras tak turun lagi, tak bisa ditahan dan direm,” tukas Dedi.
Sebelumnya, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang menduga kenaikan harga beras terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya karena cuaca, transportasi, serta juga kemungkinan para pemasok lebih memilih menjual ke wilayah tetangga.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (PP) Kota Padang, Alfiadi mengungkapkan, terjadinya inflasi harga yang terjadi saat ini disebabkan permasalahan transportasi. Selain itu juga ada kemungkinan bahwa daerah-daerah yang biasanya menjadi pemasok saat ini lebih memilih untuk menjual hasil pertaniannya di wilayah tetangga.
”Jika Dinas Perdagangan membutuhkan untuk melakukan pengadaan pasar murah, maka kami akan siap membantu dengan cara mengkoordinirkan dengan dengan Bulog dan bapannas (Badan Pangan Nasional),” katanya lagi. (cr2)






