JATI, METRO–Delegasi dan peserta Knowledge Sharing Program On Maternal And Child Health Handbook yang berasal dari 9 negara dan 5 provinsi dari Indonesia mengunjungi RSUP M Djamil Padang, Senin (11/9) siang.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang terdiri dari negara Kamboja, Kenya, Laos, Madagaskar, Tajikistan, Vietnam, Thailand, Timor Leste serta 5 provinsi di Indonesia, seperti Sumbar, Jawa Tengah, Yogyakarta, NTB, dan Sulawesi Utara, menyempatkan diri melakukan tour keliling RSUP M Djamil Padang.
Direktur RSUP M Djamil Padang dr Dovy Djanas menjelaskan, kunjungan rombongan dari negara-negara sahabat ini melakukan sharing program tentang sistem rujukan dan pengenalan layanan kesehatan ibu dan anak di Sumbar.
“Dipilihnya Sumbar, dikarenakan Sumbar menjadi salah satu provinsi terbaik dalam program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini di fasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kementerian Kesehatan RI,” ujar Dovy.
Dovy menambahkan, pada saat ini di Sumbar jumlah kematian bayi sudah jauh berkurang. “Kita menargetkan kematian bayi jauh berkurang. Apalagi di RSUP M Djamil mempunyai layanan Poned (Obstetri Neonatal Emergensi Dasar),” jelasnya.
Selain itu, Dovy Djanas memaparkan, untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, RSUP M Djamil juga berkolaborasi dengan rumah sakit rujukan sehingga jumlah kematian ibu dan anak di Sumbar terus ditekan.
“Dipilihnya Sumbar karena Sumbar dapat meminimalisasi kematian ibu dan anak. Selain itu, kita juga berkolaborasi dengan rumah sakit rujukan sehingga angka kematian ibu dan anak di Sumbar dapat ditekan,” tutupnya.
Ia menambahkan, dengan adanya program ini bisa bersama-sama dan berkoodinasi, sehingga dari hulu hingga hilir bisa dibenahi seperti bagaimana di puskesmas merawat bayi.
“Salah satu terpenting jika RSUP Dr M Djamil nanti merawat bayi yang kecil, tentu setelah dirawat diperlukan perawatan lanjutan yang tentu bisa kita berbagi kepada teman-teman rumah sakit dan puskesmas yang ada di Sumbar,” pungkasnya. (rom)






