BERITA UTAMA

Kemunculan Buaya 2,5 Meter Resahkan Warga Surantih

0
×

Kemunculan Buaya 2,5 Meter Resahkan Warga Surantih

Sebarkan artikel ini
BUAYA— Warga menyaksikan buaya yang berjemur di tepi Sungai Sirah, Nagari Surantih, Pessel.

PESSEL, METRO–Munculnya buaya sepanjang kurang lebih 2,5 meter di Sungai Sirah, Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabu­paten Pesisir Selatan (Pessel), membuat membuat warga se­tempat resah dan khawatir. Jumat (8/9), hewan reptil buas itu kedapat­an muncul berjemur di tepi sungai.

Munculnya buaya di muara belakang Kantor Polsek Sutera tersebut jadi tontonan warga setempat. Warga menyebut sudah berulang kali muncul binatang tersebut sejak beberapa pekan yang lalu. Bahkan, dua ekor kambing milik warga dimangsa oleh buaya tersebut.

“Awalnya di kali ini ketemu sama warga sebelumnya juga minggu-minggu kemaren muncul lagi terus ilang lagi. Tapi, pagi ini (kemarin-red), buaya itu muncul kembali,” ujar Ajis (50) warga setempat.

Menurut Ajis, hewan buas tersebut membuat warga was-was dan khawatir lantaran banyak warga yang selalu beraktifitas di sungai tersebut. Sangat dikawatirkan soalnya banyak warga yang suka ambil lokan, meski saat ini tidak ganggu namun rasa khawatir ada juga.

“Kami berharap aparat berwenang turun untuk me­ngevakuasi atau me­nang­kapnya. Sudah ada dua ekor kambing yang dimangsa. Sejak ada buaya itu, kami-pun takut mencari lokan dan langkitan,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi hingga pukul 13.00 WIB puluhan warga masih menonton di sekitar sungai tersebut, namun buaya yang diperkirakan dengan bobot 200 kilogram itu berulang kali hilang dan kembali muncul.

Sementara itu, Ka­pol­sek Sutera, Iptu Andi Yanuardi membenarkan keberadaan buaya itu. Ia mendapatkan laporan dari warga, buaya itu sudah sudah hampir dua minggu ini di kawasan muara belakang Polsek itu.

“Ya, menurut warga yang melaporkan sudah dua minggu belakangan. Saat ini kami sedang mengupayakan koordinasi de­ngan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kabupaten setempat karena sudah meresahkan warga. Kami me­ngimbau kepada masyara­kat untuk sementara jangan dulu beraktivitas di sungai untuk menjaga kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

BKSDA Datangi Lokasi

Pascakemunculan bu­aya, Petugas Dinas Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Su­mat­ra Barat (BKSDA) Sumbar, akan lakukan identifikasi buaya muara di Sungai Sirah, Surantih, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan.

“Buaya ini kemungkinan datang dari tempat lain, melewati laut dan masuk ke muara, dan sampai ke sungai ini. Untuk memastikan lebih detail, BKSDA perlu mengidentifikasi secara detail” ungkap Andi saat mengidentifikasi keberadaan buaya di lokasi,” Petugas Dinas Kehutanan BKSDA Andi Permata.

Ia menjelaskan, kebiasaan buaya berpindah-pindah, saat habitatnya mulai terganggu. “Semisal ada ancaman, bisa jadi makanan dan lain. Jika tidak nyaman, ia akan pindah,” terangnya.

Terkait penemuan bu­aya di Kampung Sei Sirah tersebut, pihaknya bersama Tim BKSDA bakal me­lakukan identifikasi sebelum mengevakuasi reptil tersebut. Menurutnya, pro­ses identifikasi bakal dilakukan Sabtu (9/9).

“Kalau hari ini (kemarin-red) air muara sedang naik. Apa lagi air keruh, sehingga sulit untuk melihat buaya muara dari dekat. Sehingga besok (hari ini) akan kita lanjutkan,” terangnya. (rio)