PESSEL, METRO–Seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai sopir ditemukan meninggal dunia dalam truk tangki CPO yang parkir di area jalan Pabrik PT Kemilau Permata Sawit Kubu Tapan, Kampung Bukit Lengkuas, Nagari Kubu Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan, Jumat (8/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban yang diketahui bernama Jafril (55) warga Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang ini ditemukan dengan posisi telentang seperti tidur. Kakinya bersandar ke dashboard, sedangkan kepalanya berada di antara kursi sopir dan penumpang.
Penemuan mayat dalam truk tangki CPO itupun sontak membuat geger. Rekan-rekan korban sesama sopir, langsung berkerumun di lokasi untuk melihat korban. Sementara, pengurus perusahaan truk tangki CPO tempat korban bekerja, kemudian melaporkan penemuan mauat itu ke Polsek setempat.
Tak lama berselang, petugas Polsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Setelah itu, jenazah korban dievakusi ke Puskesmas BAB Tapan untuk dilakukan visum oleh tim medis lalu diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Kapolsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan Iptu Aldius membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, pihaknya mendatangi lokasi penemuan jasad korban usai menerima laporan warga. Setiba di lokasi, korban dtemukan telentang tak bernyawa dalam truk tangki CPO yang dikemudikannya.
“Personel langsung men datangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya berkoordinasi dengan pihak nakes Puskesmas BAB Tapan untuk dilakukan visum sebagai langkah awal mengetahui penyebab meninggalnya almarhum,” sebut Iptu Aldius.
Iptu Aldius menambahkan, setelah jenazah dievakuasi, pihaknya menyampaikan kejadian itu kepada keluarga almarhum sekaligus memintai keterangan terkait rekam medis korban selama hidup. Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban.
“Pada saat dilakukan pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka aniaya. Korban awalnya dikira tertidur, tapi setelah dibangunkan oleh rekan-rekannya, korban tidak merespon. Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Iptu Aldius menuturkan, korban berada di lokasi menunggu antrean membongkar muatan CPO yang diangkut korban. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan mereka menerima dengan ikhlas kematian korban,” tutupnya. (rio)






