METRO SUMBAR

Berusaha Cari Penyebab Stunting, Wabup Buka Kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2023

0
×

Berusaha Cari Penyebab Stunting, Wabup Buka Kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
BIMBINGAN TEKNIS—Terlihat suasana pelaku UMKM di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dibekali bimbingan teknis implementasi perizinan berusaha berbasis resiko di hotel Emir Lubuk Sikaping.

TANAHDATAR, METRO–Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Richi Aprian, SH. MH. membuka kegiatan Diseminasi hasil audit kasus stunting tingkat Ka­bupaten Tanah Datar tahun 2023, di Aula Kantor Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPAD) Tanah Datar, Pagaruyung, Kamis (7/9). Kegiatan itu, dilangsungkan bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai u­paya pencegahan terjadi­nya kasus serupa di Tanah Datar. Dimana, berisiko pada Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil, Ibu Nifas dan Bayi di Bawah Dua Tahun (Baduta) atau Bayi di Bawah Lima Tahun (Balita).

“Audit kasus stunting penting dilakukan untuk menggali kasus-kasus stunting yang sulit untuk diatasi dan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada sasaran tertentu,” ujar Wabup Richi.

Wabup Richi mengatakan kasus terkonfirmasi stunting  di Tanah Datar perlu ditangani secara serius. Selama ini, penanganannya telah berjalan de­ngan baik dan perlu di­tingkatkan, yang dilakukan secara bergotong royong.      “Pekerjaan Rumah (PR) dalam upaya menurunkan angka stunting di Tanah Datar, itu masih banyak. Perlu diperhatikan, bahwa  ini adalah tanggung jawab bersama, kita bisa berdiskusi dan sebagainya. Untuk, dicarikan solusinya,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa perlu juga penda­taan stunting di tingkat nagari, untuk memastikan nagari mana angka stun­tingnya menurun dan nagari mana angka stuntingnya meningkat. “Kita memerlukan ada data stunting setingkat nagari. Ini kunci, sebagai pembenahan data di tingkat nagari. Hal ini bermanfaat, ketika mendapati kasus stunting bisa ditangani secara tepat,” ujar Wabup Richi.

Terlepas dari pada itu, Wabup Richi menyebutkan bahwa Kabupaten Tanah Datar mampu menurunkan prevalensi stunting dari 21,5 % tahun 2021 menjadi 18,9 di tahun 2022. “Pencapaian Pemerintah Daerah Tanah Datar menurunkan angka stunting sebesar 2,6 persen di tahun 2022, tidak membuat kita berhenti be­rusaha agar angka prevalensi  stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 sesuai amanat Presiden nomor 72 di  tahun 2021, dapat terwujud,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMDPPKB Tanah Datar Abdurahman Hadi, S.STP, M. Si  dalam laporannya mengatakan sasaran dari kegiatan diseminasi audit kasus stunting tingkat Kabupaten Tanah Datar tahun 2023, sebagai wadah informasi untuk seluruh unsur pemerintahan daerah di berbagai level bahwa kasus stunting terkonfirmasi telah di audit.  “Diseminasi audit kasus stunting tingkat Kabupaten Ta­nah Datar tahun 2023, diharapkan agar seluruh Pemerintahan Daerah dapat berkoordinasi dan ber­komunikasi dalam pelaksanaan berbagai program percepatan penurunan stunting di luhak nan tuo ini,” ujarnya.

Ia pun menyebutkan peserta di kegiatan itu, berjumlah sebanyak 80 orang terdiri dari seluruh unsur Pemerintahan Daerah Ta­nah Datar termasuk BKKBN Provinsi Sumbar, koordinator satgas stunting Provinsi Sumbar, Psikolog, Korlap penyuluh KB se Tanah Datar, Satgas Stunting Kabupaten Tanah Datar serta TA-P3MD Kemen­des PDTT. “Mudah-mudahan kegiatan ini, menjadi salah satu langkah untuk mempercepat dalam u­paya menangani perma­salahan terkait stunting di Tanah Datar, sehingga apa yang menjadi cita-cita men­capai angka stunting sebesar 14 persen di tahun 2024 terealisasi,” ujarnya. (ant)