LIMAPULUH KOTA, METRO–Pasca putusnya Jalan penghubung antara Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka dengan Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, masyarakat setempat langsung melakukan goro secara swadaya.
Warga yang melintas di Jalan Baru Silaok, Jorong Dusun Nan Duo tersebut harus ekstra hati-hati karena jalan yang putus itu baru diperbaiki sekadarnya oleh warga sekitar dengan kayu seadanya.
Diantara jalan yang putus tersebut hanya diberi dua balok kayu sebagai jembatan untuk membantu pengguna jalan melintas. Dan bisa dipastikan mobil bermuatan berat tidak bisa melintas, dikhawatirkan jembatan jembatan yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat bisa patah.
“Perbaikannya baru dilakukan secara swadaya bersama masyarakat. Di hari kejadian juga sudah ada dari pemerintah kabupaten (Pemkab) yang datang meninjau langsung kondisinya,” kata Wali Nagari Simpang Kapuak, Felliadi, Kamis (7/9).
Dia menyebut akses jalan tersebut cukup penting bagi masyarakat Simpang Kapuak karena selain menghubungkan dengan nagari tetangga Taeh Bukik, jalan tersebut juga merupakan salah satu jalan utama masyarakat untuk berangkat ke lahan perkebunan.
“Kami dari Pemerintah Nagari Simpang Kapuak berharap agar Pemkab Lima Puluh Kota dapat memperbaiki jalan tersebut sesegera mungkin karena fungsinya yang cukup vital bagi warga kami,” tambah Felliadi.
Salah seorang warga Simpang Kapuak, Dede (25) menyebut bahwa untuk melintas di jalan tersebut pengendara wajib hati-hatinya karena memang kondisinya baru diperbaiki seadanya.”Karena jembatannya baru dibuat dengan kayu, jadi kita harus hati-hati ketika melintas,” ujarnya.
Dia pun menompangkan harapan kepada pemerintah daerah untuk dapat segera memperbaiki karena walaupun bukan jalan utama tapi cukup banyak masyarakat yang melintas di jalan tersebut untuk ke lahan pertanian ataupun masyarakat yang ingin ke Nagari Taeh Bukik ataupun menuju Tanjung Pati.
Hal serupa juga disampaikan Dayat. Sudah saatnya kembali dibangun jembatan yang sangat vital untuk akses penghubung bagi masyarakat. “Dengan telah ditinjau oleh pemerintah ketika kejadia 31 Agustus lalu, kita berharap bisa jadi prioritas dalam pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota,” harap tokoh muda Simpang Kapuak ini. (uus)






