SOLOK/SOLSEL

Mendapatkan Nilai Tambah, Praktik Pembuatan Buket Bunga Krisan Digelar

4
×

Mendapatkan Nilai Tambah, Praktik Pembuatan Buket Bunga Krisan Digelar

Sebarkan artikel ini
PRAKTIK BUKET BUNGA—Terlihat suasana praktik merangkainya buket bunga Krisan dengan melibatkan seluruh penyuluh ASN dan swasta.

SOLOK, METRO–Guna meningkatkan ni­lai jual produk, perlu ada nilai tambah.  Salah satunya dengan merangkainya bucket bunga Krisan  Untuk itu diselenggarakanlah prak­tek pembuatan bucket bunga Krisan yang diikuti oleh seluruh penyuluh, baik ASN dan Penyuluh Swadaya serta Petugas Teknis. Setidaknya ada 20 orang peserta dalam rangkaian Kegiatan Temu Tugas Pe­nyuluh Pertanian dan Perikanan.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Jhoni Lukman mengatakan, ag­rowisata Payo terkenal dengan Bunga Krisannya. Selama ini petani menjual hasil budidaya krisan berupa bunga bunga potong saja senilai Rp2 ribu per potong atau krisan dalam pot rata-rata seharga Rp25 ribu (dengan bunga 4-5 kuntum).

“Peningkatan nilai jual harus dilakukan untuk me­ningkatkan pendapatan petani, apalagi Agrowisata Payo mulai terkenal ke daerah lain. Dengan menjual bucket bunga krisan dengan menambah modal sekitar Rp40 ribu, petani bisa menjual Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per bucket dengan 20 sampai 30 kuntum bunga krisan,” ujar Jhoni Lukman.

Baca Juga  Bupati Solok Terpilih, Jon Firman Pandu Fokus Membangun Daerah

Selanjutnya Jhoni Lukman mengaku bahwa peningkatan kesejahteraan petani diperoleh jika pen­dapatan petani meningkat. Selama petani hanya mengenal usaha pertanian di hulu saja yaitu budidaya tanaman atau ternak di lahan.

Untuk menambah nilai jual hasil pertanian diperlukan tambahan sentuhan yang bisa berupa penyortiran, pengolahan, pengemasan atau perlakukan lainnya.

“Diharapkan dengan melatih penyuluh dan petugas teknis pertanian lainnya dengan keterampilan merangkai bucket krisan, mereka dapat menularkan keterampilan ke petani di Kota Solok, khususnya petani di sekitar Agrowisata Payo. Petani Payo menyediakan bucket krisan di lokasi Agrowisata dan pengunjung lebih mudah mendapatkan “buah tangan” dari lokasi tersebut,” harapnya.

Baca Juga  Pemko Solok Wujudkan Sarana Ibadah yang Nyaman

Praktek Pembuatan Bucket Bunga Krisan dipandu oleh instruktur Febriany Agustin Sanju yang memandu rangkaian proses pembuatan bucket bunga krisan mulai dari penyediaan alat dan bahan sampai terbentuknya bucket bunga krisan yang cantik dan indah dipandang mata.

“Selain di pasarkan di lokasi Agrowisata, petani dapat juga langsung memasarkan ke lokasi prosesi wisuda dan di tempat keramaian lainnya. Dengan penambahan modal tidak sampai Rp50 ribu didapat penambahan nilai jual bunga krisan hingga Rp200 ribu,” tuturnya. (vko)