METRO PESISIR

Implementasi Nyata KHA, Membentuk dan Menetapkan Puskesmas Ramah Anak

0
×

Implementasi Nyata KHA, Membentuk dan Menetapkan Puskesmas Ramah Anak

Sebarkan artikel ini

PDG. PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan Pemkab membentuk dan menetapkan pusat layanan kesehatan masya­rakat menjadi pusat kesehatan masya­ra­kat (Pus­kesmas) ramah anak. Semua itu  sebagai bentuk implementasi nyata Konvensi Hak Anak (KHA) da­lam menjamin keterpenuhan hak anak dan perlin­dungan khusus anak.

Menurut dia, bimtek penyelenggaraannya la­yanan kesehatan masya­rakat tersebut ramah anak, makanya Dinas Sosial, Pem­berdayaan Perempu­an dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) berikan bim­tek penyelenggaraan layanan kesehatan ma­sya­rakat ramah anak kepada kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan.

Suhatri Bur menyampaikan, perlindungan anak merupakan tanggung ja­wab seluruh elemen bangsa, termasuk pelayanan kesehatan di pusat layanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Dinyatakannya, perlakuan diskriminatif dalam memberikan pelayanan terhadap anak di rumah sakit dan Puskesmas masih sering terjadi. “Hak-hak anak masih ba­nyak yang terabaikan, termasuk salah satunya kesehatan dasar anak berupa gizi,” ungkapnya.

Suhatri Bur meminta Puskesmas harus menjalankan fungsinya sebagai Puskesmas Ramah Anak (PUSRA). Hal ini katanya, sebagai bentuk dukungan dalam upaya mewujudkan Padangpariaman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).  “Pemerintah dae­rah telah mengeluarkan keputusan bupati, agar hal ini menjadi perhatian bagi Kepala Puskesmas dan dapat dijadikan pedoman da­lam pelaksanaannya,” tegasnya.

Kepala Dinsos P3A Pa­dangpariaman Sumarni menyebut bimtek diberikan kepada seluruh Pus­kesmas dan tenaga kesehatan lainnya, dalam u­paya mewujudkan komitmen terhadap Kabupaten Layak Anak (KLA). Maka dia sangat berharap dukungan kepada seluruh perangkat daerah dan lembaga terkait, dalam hal secara berkelanjutan untuk memantau sekaligus melakukan pembinaan. (efa)