BERITA UTAMA

Korban Gempa Menuntut, Desak Pemkab Cairkan Bantuan, Rela Berhari-hari Tak Pulang untuk Berdemo, Bupati Pastikan Rumah Warga yang Rusak Dibangun

0
×

Korban Gempa Menuntut, Desak Pemkab Cairkan Bantuan, Rela Berhari-hari Tak Pulang untuk Berdemo, Bupati Pastikan Rumah Warga yang Rusak Dibangun

Sebarkan artikel ini
DEMO— Puluhan warga Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, yang menjadi korban gempa demo di Kantor Bupati Pasbar.

PASBAR,METRO–Masyarakat Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, yang menjadi korban gempa kembali  berunjuk rasa di Kantor Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Rabu (6/9). Namun, pada aksi hari ketiga ini, nyaris saja ricuh lantaran orator Mustafa Kemal didorong oleh seserang yang berdiri di barisan depan para pejabat Pem­kab Pasbar.

Beruntug, emosi para pendemo korban gempa ini bisa ditenangkan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perjua­ngan para pendemo tiga hari bertahan di sana untuk memperjuangkan hak-hak me­reka sebagai korban gem­pa akhirnya mem­buah­kan hasil.

Pasalnya, Bupati Pas­bar Hamsuardi, yang dua hari sebelumnya tidak bisa me­nemui para pendemo, pada demo hari ketiga bisa ber­temu langsung dengan me­reka. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Pasbar itupun berjanji ba­kal mem­percepat proses pemba­ngunan rumah war­ga yang rusak akibat gempa.

“Pemkab Pasbar  terus mempercepat proses veri­fikasi dan pembangunan rumah korban gempa di Nagari Kajai Kecamatan Talamau. Hari ini (kemarin-red), tim verifikasi masih be­kerja di lapangan, “ kata Hamsuardi di hadapan mas­sa aksi.

Dikatakan Hamsuardi, pihaknya terus bekerja melalui tim teknis agar rumah warga korban gem­pa dapat segera dibangun.  dan yang proses verifikasi selesai, uang bantuan un­tuk perbaikan rumahnya akan segera dicairkan.

Ia menjelaskan dari total rumah rusak berat 1.111 unit rumah. Sebanyak 246 unit rumah sudah proses pencairan dananya di Bank BRI, 148 unit rumah dengan sistem rembes mandiri akan dicairkan setelah verifikasi bobot volume yang dilakukan oleh tim teknis.

“Kemudian sebanyak 631 unit rumah sudah dive­rifikasi dan validasi serta 86 unit rumah lagi dalam wak­tu secepatnya akan dive­rifikasi oleh tim teknis. Sedangkan untuk 266 unit rumah susulan sudah dive­rifikasi 68 unit rumah. Sisa­nya segera diverifikasi oleh tim teknis,” tegasnya.

Bupati menekankan jika nanti selesai diverifikasi atau dinilai ke-266 unit ru­mah itu oleh tim teknis maka akan dibuatkan Surat Keputusan Bupati Pasa­man Barat.

“Jika ada rusak berat maka akan diusulkan ke Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB), jika rusak sedang maka diusulkan ke Gubernur Sum­bar dan rusak ringan akan ditanggung oleh ka­bupaten,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Ba­dan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Pas­bar Armi Ningdel menje­laskan sebelum melakukan pen­cairan uang bantuan ada beberapa langkah yang ha­rus dilakukan sesuai petun­juk Inspektur dari BNPB.

Menurutnya dari 86 yang belum diverifikasi ada 50 unit di Kampung Alang Kajai, di Jorong Timbo Abu Kajai asa delapan unit ru­mah, di Kinali ada tiga orang, di Jorong Pasa lamo Kajai empat unit, di Jorong Rimbo Batu ada 19 unit, di Batang Lingkin ada satu unit rumah dan di Jorong Pasaman Baru ada satu unit rumah.

“Jika telah selesai maka akan dipilih metode pem­ba­ngunannya yang ada tiga metode yakni rembes man­diri yang dikerjakan oleh masyarakat sendiri atau yang punya rumah, rembes aplikator yang dikerjakan oleh pihak keti­ga dan me­tode swakelola man­diri me­­la­lui toko,” ujarnya.

Ia menegaskan toko itu dipilih oleh masyarakat dengan catatan tokonya punya izin usaha. Setelah itu baru buat surat per­nyataan dan baru dilaku­kan pembangunan.

Setelah selesai pemba­ngunan maka tim teknis akan melihat kembali dan akan serah terima atau Provisional Hand Over (PHO) kalau sudah 100 persen.

“Berdasarkan reko­men­­dasi tim teknis ke Ka­laksa BPBD maka BPBD akan mengeluarkan reko­mendasi ke BRI untuk pen­cairan,” katanya.

Ia menambahkan de­ngan terbatasnya tim tek­nis yang hanya 21 orang, maka akan dituntaskan semua data yang ada baru sambil berjalan memve­rifikasi data susulan yang 266 unit rumah.

Mendengar penjelasan itu puluhan korban gempa yang dikawal puluhan ang­gota Polisi itu juga merasa kurang puas dan mena­nyakan kepastian kapan selesainya.

“Kami ingin ketegasan dan kepastian kapan se­lesainya melakukan verifi­kasi. Masalahnya sudah satu tahun lebih persoalan ini tidak kunjung rampung dan kami datang secara damai bukan ingin ricuh, “kata orator aksi Mustaga Kemal.

“Kami meminta Bupati Pasbar, bisa menjaga kami, karena ada isu yang bere­dar, ada nya intimidasi dari salah seorang oknum Jo­rong kepada para Pen­de­mo, kita memperjuang­kan hak warga yang terke­na musibah, bukan ingin men­cari masalah,” ujarnya.

Ia mengharapkan Bu­pati Pasbar, Hamsuardi dapat bersikap tegas dan menekankan kepada tim teknis dan BPBD agar mem­percepat pelaksanaan ve­rifikasi dan pencairan dana bantuan gempa itu.

“Aspirasi kami sudah didengar namun kami ingin kepastian. Sudah terlalu lama warga menderita. Kami tidak ingin dijanjikan lagi tetapi kepastian yang perlu, katanya.

Warga korban gempa yang merasa tidak puas itu langsung meninggalkan halaman Kantor Bupati menuju posko tempat me­re­ka berkumpul di jalur 32 Pasaman Baru, Kecamatan Pasaman. (end)