METRO PADANG

Tak Bisa Direm, Harga Beras Terus Meroket, Sokan Solok Capai Rp18.000 per Kg

0
×

Tak Bisa Direm, Harga Beras Terus Meroket, Sokan Solok Capai Rp18.000 per Kg

Sebarkan artikel ini

PASAR RAYA, METRO–Harga bahan pokok beras terus melonjak di awal September ini. Kenaikan harga kebutahan pokok ini  imbas kenaikan harga gabah kering giling (GKG) maupun gabah kering panen (GKP). Bahkan, harga beras paling rendah sudah menyentuh Rp15 ribuan per kg. 3

Berdasarkan data resmi dari http://pasarami.padang.go.id, pada Rabu (6/9), harga beras dengan berbagai daerah meroket tajam. Bahkan, yang tertinggi mencapai angka Rp18.000/kilogram.

Untuk beras IR 42 Solok saat ini para pedagang sudah men­jual seharga Rp16.000 per kg. Kemudian, beras IR 42 Pesisir Selatan Rp15000 per kg, beras IR 42 Padang (Rp15.000 per kg), beras IR 42 Muara Labuah (Rp15.250 per kg), beras IR 42 Paria­man (Rp14.750 per kg). Selanjutnya, untuk beras Anak Daro dijual Rp16.500 per kg, beras Sokan Solok Rp18.000 per kg, beras Kuriak Kusuik Rp16.500 per kg.

“Harga beras memang terus naik. Kenaikannya jauh melonjak dibanding Agustus lalu,” ungkap Dedi (34), pedagang beras di kawasan Ulak Karang, Ra­bu (6/9).

Menurut Dedi, untuk harga beras dengan ka­rung ukuran 10 kg rata-rata untuk kualitas bagus, yakni Sokan Solok dijual kisaran harag Rp165.000 hingga Rp170.000. Sementara un­tuk kualitas sedang seperti Anak Daro Rp160.000.

Baca Juga  Dokter Damprat Pasien, DPRD Berang

“Kemungkinan harga beras akan terus naik. Ini juga terjadi untuk daerah lain,” sebut Dedi.

Kenaikan harga beras, menurut Dedi, sebenarnya sudah terjadi sejak be­berapa bulan terakhir, bah­kan sebelum lebaran Idul Fitri. Namun, ke­naikannya tidak terjadi signifikan se­perti di awal September ini.

“Beberapa bulan lalu sudah terjadi kenaikan harga beras ini. Dan, me­mang sejak naik tidak turun lagi. Biasanya, harganya bisa turun jika kondisi pe­tani di kampung panen serentak. Namun, entah kenapa, pada tahun 2023 ini, setelah naik, harga beras tak turun lagi, tak bisa ditahan dan direm,” tukas Dedi.

Sementara itu, Dinas Perikanan dan Pangan Ko­ta Padang menduga kenai­kan harga beras terjadi karena beberapa penye­bab, diantaranya karena cuaca, transportasi, serta juga kemungkinan para pemasok lebih memilih menjual ke wilayah tetang­ga.

Kepala Dinas Perika­nan dan Pangan (PP) Kota Padang, Alfiadi kepada POSMETRO, Rabu (6/9) mengungkapkan, terja­dinya inflasi harga yang terjadi saat ini disebabkan permasalahan tran­spor­tasi. Selain itu juga ada kemungkinan bahwa da­erah-daerah yang biasa­nya menjadi pemasok saat ini lebih memilih untuk menjual hasil pertaniannya di wilayah tetangga.

Menurutnya, dengan adanya permasalahan in­flasi harga yang seperti ini, solusi yang di tawarkan adalah dengan mengambil langkah intervensi pasar. “Kapan perlu juga akan kita adakan operasi pasar mu­rah,” kata Alfiadi.

Baca Juga  Padang Diguyur Hujan Lebat, Kabut Diharap Menyingkir

“Jika Dinas Per­da­ga­ngan membutuhkan un­tuk melakukan pengadaan pa­sar murah, maka kami akan siap membantu de­ngan cara meng­koordi­nirkan dengan dengan Bu­log dan bapannas (Badan Pangan Nasional),” kata­nya lagi.

Selainnya itu, dia juga menjelaskan bahwa, Dinas Perikanan dan Pangan Ko­ta Padang, mengutaman memperhatikan tentang keamanan, keselamatan, dan kesehatan dalam proses distribusi bahan pokok yang masuk ke Kota Padang.

“Kita sebetulnya lebih banyak memperhatikan tentang keamanan, serta kesehatan dalam distribusi bahan yang masuk ke Kota Padang,”  tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengakui harga beras saat ini mengalami ke­nai­kan di pasar-pasar tradi­sional. Hal tersebut dise­babkan oleh stok Gabah Kering Panen (GKP) yang belum mampu memenuhi kebutuhan pabrik.

Arief pun sudah menu­gas­kan Bulog untuk meng­intervensi harga beras dengan memberikan ban­tuan berupa beras seba­nyak 10 kilogram (kg) da­lam 3 bulan ke depan untuk Keluarga Penerima Man­faat (KPM) sebanyak 21,3 juta jumlahnya.

Kemudian, pendis­tribu­sian beras juga terus dila­kukan ke beberapa tempat seperti pasar-pasar tradi­sional dan modern. Se­men­tara, saat ini Arief meng­klaim bahwa, beras yang sudah disiapkan stoknya mencapai 1,54 juta ton, dalam proses pemenuhan sebanyak 400 ton. (cr2)