METRO PADANG

Warga Jangan sampai Trauma, Mari Kampanye Makan Sate Halal !

0
×

Warga Jangan sampai Trauma, Mari Kampanye Makan Sate Halal !

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO – Pascapenggrebekan gerobak sate yang diduga daging babi di kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, ternyata memiliki dampak buruknya terhadap para pedagang sate yang lain yang notabenenya adalah kalangan ekonomi pas-pasan. Bahkan kasus tersebut juga menarik perhatian banyak orang.
Seperti halnya Marlis, salah seorang tokoh masyakat Sumbar. Katanya, kasus tersebut ternyata membawa dampak buruk terhadap minat masyarakat terhadap kuliner sate. Kondisi ini jangan dibiarkan terlalu lama dan semua pihak mestinya harus mengupayakan atau mengembalikan kepercayaan publik terhadap sate halal.
Menurut Marlis, cara yang cukup sederhana ketika sate berindikasi daging babi viral, maka harus dilawan dengan memviralkan sate berdaging sapi, ayam dan daging halal lainnya. “Mari kita berselfie sambil makan sate halal,” ungkap Marlis.
Ia menilai, satu sisi, penggerebekan yang dilakukan tersebut layak diberikan apresiasi plus kepada personel Satpol PP Kota Padang dan jajaran Dinas Kesehatan serta Dinas Perdagangan Kota Padang. Artinya, aparat telah bekerja dan bertugas dengan jelimet serta memiliki respon sosial yang kuat terhadap sesuatu yang diindikasi dapat merugikan masyarakat.
“Kita juga mengutuk oknum pedagang sate yang berindikasi menjual sate berbahan daging babi tersebut. Kita berharap dan meminta kepada penegak hukum supaya oknum pedagang tersebut diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Menurutnya, berita Sate KMS Simpang Haru berindikasi daging babi tersebut cepat viralnya. Lekas menyebarnya. Bahkan hingga ke berbagai pelosok Indonesia. Ketika dunia seujung jari, apapun jenis isu yang berhubungan dengan publik, memang sangat berpotensi untuk cepat menyebar.
Dampak berita tersebut, lanjutnya, memang mengundang keresahan dan kegelisahan. Kegelisahan dan keresahan itu tak saja menimpa masyarakat pecandu kuliner sate, tapi juga masyarakat pedagang sate.
“Kita tahu, sate adalah salah satu makanan yang meramaikan kuliner tradisional Sumbar. Banyak sate legendaris di Sumbar. Di Padang, dikenal dengan Sate Laweh. Di Padangpanjang dikenal dengan Sate Mak Sykur. Bahkan, Sate Mak Syukur adalah sate yang sangat digemari mantan Presiden kita, SBY. Di Payakumbuh terkenal dengan sate Dangung-dangung. Di kawasan Padang Baru Padang, dikenal dengan sate Itjap. Sate Edi. Dan, sate kuah sirah Piaman,” terangnya.
Marlis juga mengaku sempat mendapat keluhan dari salah seorang warga penjual sate gerobak keliling. Sebelum isu itu mencuat ke permukaan, bisa dia berjual beli Rp200 ribu. Namun sejak isu itu, hingga sore hari, penjualannya baru Rp10 ribu.
Dia berharap jangan sampai akibat satu oknum pedagang sate yang berbuat salah, pedagang sate yang lain yang mengalami kerugian.
“Jangan sampai, kuliner sate rusak oleh psikis yang traumatis. Sebaiknya kita lebih bijaksana lagi, bila sesuatu dikhawatirkan akan mengundang kehebohan. Saya yakin, penggrebekan pada sesuatu yang bersangkut paut dengan isu yang bisa menghebohkan kehidupan sosial, sebaiknya dilakukan seperti menarik rambut dalam tepung,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad berharap kepada para produsen memegang komitmen akhlak yang baik dan moralitas yang tinggi dalam berjualan. Bahwa Sumbar adalah mayoritas Islam maka produsen harus memastikan makanan itu halal. Sebab, kata Duski, bagi umat Islam kehalalan makanan yang dikonsumsi merupakan hal penting.
“Makanan yang selama ini sudah masuk kategori halal jangan dicemari. Kan kasian nanti tukang sate yang lain. Hidup tidak hanya cari uang, jadi produsen harus menyadari tanggung jawab dalam menjual makanan dan minumannya. Harus ada sertifikat halalnya,” imbau Duski.
Selain itu, Duski meminta masyarakat agar lebih jeli dalam memilah dan memilih untuk membeli setiap makanan dan minuman dengan lebih dahulu memperhatikan, apakah telah memiliki label halal yang dikeluarkan lembaga resmi yang telah dibentuk pemerintah.
“Kalau telah memiliki label halal. Maka insya Allah makanan tersebut halal. Aman dan baik untuk dikonsumsi,” ujar Duski. (hsb)