BERITA UTAMA

Bocah 2 Tahun Tewas Tenggelam di Irigasi, Terpeleset saat Bermain lalu Tercebur,

0
×

Bocah 2 Tahun Tewas Tenggelam di Irigasi, Terpeleset saat Bermain lalu Tercebur,

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Bocah 2 tahun yang tewas tenggelam di saluran irigasi aliran Sungai Batang Hari, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, dievakuasi usai ditemukan.

DHARMASRAYA, METRO–Tragis. Seorang bocah laki-laki yang masih berusia 2 tahun, dilapor­kan terpeleset jatuh ke saluran irigasi aliran Sungai Batang Hari dan terse­ret arus hingga tenggelam. Peristiwa naas itu terjadi di Jorong Tanjung Salilok, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (3/9).

Sontak saja, orang tua korban yang mengetahui anaknya hilang saat ber­­ma­in bersama teman-te­mannya di saluran irigasi yang berada dekat dengan rumahnya, dibuat histeris. Warga setempat pun lang­sung berdatangan ke lokasi untuk membantu mela­kukan pencarian.

Tak lama berselang, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI dan Polisi juga datang untuk mencari korban. Sayang­nya, dua jam lebih proses pencarian, tubuh bocah malang bernama Muzamil A Talif itu berhasil ditemu­kan mengambang di aliran irigasi yang berjarak seki­tar 2,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Usai ditemukan, Tim SAR kemudian menge­va­kuasi jasad korban dari aliran irigasi lalu menye­rahkannya kepada orang tua korban. Melihat anak­nya yang sudah terbujur kaku, ayah korban pun langsung memeluk dan menggendong jasad kor­ban sembari menangis se­senggukan. Jenazah kor­ban pun dibawa ke kedia­mannya untuk disema­yamkan.

Baca Juga  Kejar Sandal Adik, Remaja Wanita Hanyut di Sungai, Ditemukan Tak Bernyawa di kawasan Pitameh, Kelurahan Pitameh Tanjuang Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Bega­lung

“Korban diduga pergi bermain bersama teman-temannya di saluran irigasi aliran Sungai Batang Hari. Lokasi korban bermain be­ra­da di dekat dengan ru­mahnya,” kata Wali Na­gari Sikabau, Abdul Razak ketika diwawancarai war­tawan.

Menurut Abdul Razak, saat bermain itulah, korban diduga terpeleset lalu ter­cebur ke saluran irigasi. Setelah itu, korban lang­sung tenggelam dan ter­bawa arus. Karena teman-teman korban juga masih kecil, tak ada yang mampu menyelamatkan korban.

“Diketahuinya korban ini hilang tenggelam, sete­lah teman-teman korban memberitahukannya kepa­da orang tua korban. Men­dapat kabar itu, orang tua korban panik dan mena­ngis histeris. Warga se­tempat juga langsung me­la­kukan pencarian,” ujar Abdul Razak.

Abdul Razak menutur­kan, informasi itu­pun dila­porkan warga ke pemerin­tah nagari lalu diteruskan ke Tim SAR gabungan. Setelah dila­kukan pencai­ran, korban yang masih berusia dua tahun itu dite­mukan oleh pemancing di Jorong Pi­sang Rebus, Na­gari Sigun­tur, Kecamatan Sitiung.

Baca Juga  Pengedar Jual Sabu ke Polisi

“Korban terseret arus sejauh 2,5 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hi­lang. Korban yang ditemu­kan oleh pemancing itu kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan insan kebencanaan lainnya,” je­lasnya.

Menurut Abdul Razak, setelah dievakuasi, jena­zah korban sudah diserah­kan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan. Dengan ada­nya insiden ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengawasi anak-anaknya saat bermain di pinggir saluran irigasi.

“Kepada seluruh orang tua, khususnya di Nagari Sikabau agar lebih was­pada dan memperhatikan gerak-gerik anak yang ma­sih ber­status bawah lima tahun (balita). Ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tak ada lagi kejadian seru­pa seperti ini,” tuturnya. (gus)