PASAMAN, METRO–Wakil Bupati Pasaman Sabar AS secara resmi membuka acara Temu Pendidik Nusantara (TPN) ke-X, di gedung Kogusda Lubuk Sikaping, Sabtu (2/9).
Kegiatan tersebut dihadiri Yayasan Guru Belajar (YGB) Abdul Aziz, Kacabdin Wilayah VI, Kadis Pendidikan Pasaman, para Pengawas SMA, Kepala SMAN 1 Lubuk Sikaping Drs. Rizka Khaira, M. Si, Kepala SMAN 2 Lubuk Sikaping, Dra. Ferry Gustin, M.M. Kepala SMAN 3 Sumatera Barat, Drs. Firdaus, M.Pd, kepala sekolah dasar (SD), Kepala TK , PAUD dan guru yang bertugas di Pasaman dari berbagai tingkatan sekolah.
Wabup Sabar AS mengapresiasi acara TPN X ini dan mengajak para pendidik untuk terus aktif dan pro aktif untuk menuju perubahan dunia pendidikan yang lebih baik sehingga bisa melahirkan program dan konsep konsep serta mengaplikasikan secara lebih baik untuk menuju pendidikan kearah yang lebih baik dan lebih maju tentunya hal ini akan memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat banyak.
Sementara itu Ketua KGBN (Komunitas Guru Belajar Nusantara) Pasaman Marlis Fatma, menjelaskan bahwa KGBN adalah sebuah organisasi yang muncul karena keresahan para guru untuk terlibat aktif dalam perubahan pendidikan. Salah satu tujuannya adalah memperjuangkan kemerdekaan belajar guru, dimana prinsip dasar kemerdekaan yang diusung KGBN adalah Komitmen, Mandiri, dan Refleksi.
“Temu Pendidik Nusantara (TPN) merupakan konferensi pendidikan tahunan yang diinisiasi oleh Yayasan Guru Belajar sejak tahun 2014, TPN memfasilitasi unjuk karya penggerak perubahan pendidikan melalui praktik baik, pameran karya, dan apresiasi,” ungkap Marlis Fatma.
Pada tahun ini TPN X ini kata Marlis Fatma,, mengusung tema “Tumbuh Berkelanjutan-Perubahan Pendidikan Melampaui Ruang Kelas” yang melibatkan belasan ribu pendidik dari 50 lebih daerah di seluruh penjuru nusantara secara hybrid , 4 dari pembicara tersebut berasal dari Kabupaten Pasaman.
Dijelaskan bahwa Program TPN X kali ini, mengenalkan Cerdas Cermat Guru. Sebuah program yang memberi kesempatan bagi guru dalam merayakan capaian penguasaan kompetensi guru, serta memberi apresiasi kepada para guru yang telah menunjukkan upaya dan capaiannya dalam mempelajari kompetensi guru.
“Cerdas Cermat Guru adalah sebuah perayaan belajar dalam menguasai kompetensi guru. Namun di Pasaman hanya bisa dilaksanakan simulasi CCG saja dan Kegiatan ini terlaksana tidak lepas dari dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi, dan turut direkomendasi oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama kabupaten Pasaman,” ujar Marlis Fatma. (mir)





