PADANG, METRO–Memerintah kan umat belajar agama dg baik meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sesuai Alquran dan hadis Sunnah. Syariat agama IsIam dengan memahami rukun Iman yang baik akan mampu mengaktualkan rukun IsIam dengan baik. Diantaranya IsIam melarang, minum khomar termasuk di dalamnya minuman yang memabukkan dan narkoba, berjudi saat ini booming judi online dan jangan dekati zina atau dilarang berzina.
Kepada POSMETRO H Syafrizen SH Datuak Rang Batuah seorang pendakwah di Sumbar menjelaskan bahwa pembahasan bagaimana tercipta wanita yg memiliki kesabaran dan keikhlasan melangit. Ada hasil statistik di sebuah negara perbandingan lelaki dengan wanita 1:7 satu laki-laki berbanding tujuh wanita
“Kalau benar hasil statistik ini, kalau wanita itu gadis dan janda produktif ingin kekinian menikah. Namun bila 1 laki-laki menikahi 1 wanita tentu ada sisanya 6 lagi. Lantas bagaimana yang belum dapat jodoh?,” katanya.
Tentu saja jawabannya karena selaku Insan beragama tentu disuruh menjadi hamba yang sholehah, hamba yang taat dengan cara berpuasa ditahan dengan sabar. Kalau tiba datang masa jenuh dan iman lagi turun datang galau karena lama menunggu jodoh belum datang, maka dikhawatirkan terjadi maksiat satu dan maksiat dua / banyak terjadi maksiat perzinahan dan perselingkuhan dimana mana
Dikhwatirkan juga terancam bahaya LGBT dan bahaya nya sudah nyata sejak zaman Sodom sampai sekarang di zaman milenial / di zaman era digital bahwa LGBT mengancam peradaban bertentangan dg syariat agama IsIam. “Barangkali itulah maksud turun Firman Allah Swt Alquran Surat Annisa Ayat 3 tentang Poligami,” jelas Syafrizen.
Disebutkan Syafrizen, poligami merupakan kemulian atau tunduk pandang lelaki terhadap wanita. Salah satu diantara nya bisa dipahami dengan cara menghalalkan sesuai syariat agama sebagai salah satu solusinya Poligami sesuai dalam Alquran Surat An-nisa ayat 3 Bermakna Menikahlah 2, 3 & 4 kalau tidak mampu cukup satu.
Bahwa poligami itu lanjut Syafrizen, dilihat dari sisi wanita nya bukan masalah laki-laki nya bagaimana Berempati kepada para wanita. Jika suami istri kaya cukup materi (mampu berikan sandang dan pangan) dan paham agama secara hikmah. Seyogyanya amalkan poligami tidak harus Meninggal dulu istri pertama.
Tapi bagi yang belum mampu cukup satu saja. Wanita bersuami yg ikhlas dimadu dan ikhlas berbagi kebahagiaan dalam artian berbagi suami. “Inilah Wanita yang memiliki kesabaran dan keikhlasan melangit Yaitu berharap kebahagiaan bukan hanya didunia yg sementara tetapi berharap kebahagiaan diakhirat kelak selama lamanya,” terangnya.
In Syaa Allah Poligami dilakukan dengan Keikhlasan dan kesabaran adalah kemulian berpahala sangat besar di sisi Allah SWT. “In Syaa Allah seperti pahala pejuang mati syahid diberikan ganjaran silakan masuk sorga dari pintu mana saja yang disukai,” sebutnya.
Selanjutnya, kenapa Poligami dianggap tabu atau asing (aneh) diasumsikan negatif sebagai Pelakor atau/ Kehinaan oleh Umat Islam kebanyakan di Indonesia disebabkan krn kurang Sosialisasi atau kurang pencerahan.
Ibarat Iklan sampo laku laris diminati masyarakat diiklankan lewat TV / Medsos. Sekali 5 Menit, dalam 1 jam bisa 12 kali, dalam 1 hari selama 24 jam bisa diiklankan (12×24= 288 kali) Kalau dalam sebulan berapa kali bisa diiklankan Ribuan kali apalagi dalam setahun iklan berjalan tidak terhitung Coba kalau para pendakwah Ustd / Ustadzah Semangat iklan kan berikan ceramah denga judul ”Poligami Kemuliaan” berulang ulang dan berketerusan
“In Syaa Allah, umat Islam baik laki-laki maupun wanita akan memahami, menerima dan menyenangi terjadi Poligami di keluarganya. Karena sudah dianggap lazim wajar sesuai syariat agama,” kata Syafrizen. (ped)






