METRO PADANG

Camat Padang Timur Rangkul 10 LPS di 10 Kelurahan, Betor Ditargetkan Angkut Sampah dari 250 Rumah Warga

0
×

Camat Padang Timur Rangkul 10 LPS di 10 Kelurahan, Betor Ditargetkan Angkut Sampah dari 250 Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Siska Meilani

SISINGAMANGARAJA, METRO–Kecamatan Padang Timur Kota Padang merangkul Lembaga Pengelo­laan Sampah (LPS) yang bersifat pribadi atau perseorangan yang berada di masing-masing Kelurahan. Sehingga menjadi terintegrasi dan bekerja sesuai aturan yang ada di Kota Padang.

“Di tahun 2023 ini, Ke­ca­matan Pa­dang Timur sudah merangkul LPS di 10 kelurahan yang ada, se­hingga betor pribadi yang saat ini berada di bawah naungan Kecamatan Pa­dang Timur,” kata Camat Padang Timur, Siska Mei­lani, Jumat (1/9).

Siska menargetkan setiap becak motor (betor) yang beroperasi di wilayah kelurahan tempat tugasnya masing-masing, setidak­nya dapat mengangkut sampah di 250 buah rumah warga.

“Sebetulnya program LPS sudah ada sejak tahun 2021 lalu, namum belum dikelola dengan baik. Nah, di tahun 2023 ini, kebera­daan sampah cukup meng­khawatirkan, makanya ka­mi mengatur LPS-LPS masing-masing kelurahan, sesuai dengan arahan wali kota, dengan merangkul bentor perseorangan, sehingga berada di bawah naungan kelurahan,” kata Siska.

Sehingga, saat betor milik pribadi tersebut bekerja di lapangan, itu bekerja sesuai arahan pemerintah, dengan berdasarkan su­­rat keputusan resmi yang­ dikeluarkan dari kecamatan.

“Masing-masing betor ditargetkan untuk mampu mengangkut sampah minimal 250 rumah, agar dapat mengelola biaya operasional betornya itu, seperti bensin, perawatan,” tambah Siska.

Sebelumnya, Wali Kota Hendri Septa mengadakan rapat koordinasi bersama jajaran Pemko Padang tentang penanganan sampah, dan meminta lurah di setiap lecamatan konsisten untuk menertibkan Tempat Pem­buangan Sampah (TPS)­ Liar di wilayahnya masing-masing.

“Sampah ini harus men­­jadi perhatian kita bersama. Kota Padang ini darurat sampah. Ini bukan hanya pemerintah, tapi kesadaran masyarakat ha­rus kembali ditingkatkan,” kata wako, Selasa (22/8) lalu.

Wako meminta evaluasi terhadap kinerja Kecamatan agar lebih optimal lagi, sehingga sampah-sampah yang dibuang sem­barangan dapat di tangani, sehingga menghindarkan TPS-TPS liar.

“Perlu arahan perilaku kepada masyarakat terhadap sampah yang mereka hasilkan, agar sampah dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat, mengingat keadaan sampah di kota Padang yang kurang tertib,” ujarnya. (cr2)