KURANJI, METRO--Kebakaran hebat menghabiskan rumah milik seorang tukang perabot di jalan Linggar Baru Kapuak Kalumbuk, Perumahan Nuansa Elok, RT 004 RW 004, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Jumat (1/9) pukul 01.47 dini hari WIB.
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Sutan Hendra, mengungkapkan kronologi kebakaran berawal ketika salah seorang yang menyaksikan api dari rumah korban.
“Saksi atas nama Yanti Susfitria, melihat api dari arah rumah korban, lalu langsung melaporkan ke petugas Damkar. Sejumlah armada diberangkatkan pukul 01.48 wib, dan tiba di lokasi 01.56 wib, untuk memadamkan api,” kata Sutan Hendra.
Ada 4 unit mobil Damkar dan 40 orang personel untuk memadamkan api. Akhirnya api dapat dijinakkan pada pukul 02.32 wib, dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
“Rumah yang terbakar adalah milik seorang tukang perabot bernama Anwar Enek, berusia 70 tahun. Anwar mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp300 juta,” ungkap Sutan Hendra.
Rumah yang diperkirakan seluas 200 M² itu, Anwar tinggal bersama 4 orang keluarganya, dengan dua kepala keluarga. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini,” imbuh Sutan.
Dikatakannya, dengan pergerakan cepat menuju ke lokasi, Damkar Kota Padang menyelamatkan tiga bangunan lainnya yang akan terdampak, serta terselamatkan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
Sutan mengatakan, belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran ini, lanjutnya, untuk saat ini dia menyerahkan penyidikan kepada pihak kepolisian
Kebakaran di Padang Didominasi Akibat Listrik
Sebelumnya, Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat pelantikan DPP Lembaga Persatuan Assesor Tenaga Kelistrikan Indonesia (PATKI) pada Senin (28/8) lalu, mengatakan bahwa kebakaran di Kota Padang sebagian besar disebabkan oleh listrik.
“Kebakaran di Kota Padang saat 80 persen disebabkan oleh listrik, baik karena kabel instalasinya yang tipis, korslet, dan MCB meteran yang tidak sesuai standar kWh, dan yang memakai MCB bodong,” kata wagub.
Oleh sebab itu, Audy memandang pentingnya tenaga kelistrikan memiliki sertifikasi saat bekerja. Karena pekerjaan dengan high risk seperti ketenagalistrikan sangat rentan dan vital.
“Jadi memang sepatutnya yang terkait dengan energi dan kelistrikan ini SDM nya disertifikasi, jadi bagi pelaku usaha yang memiliki genset, yang mengoperasikannya harus memiliki sertifikat, yang dibawah 5 Kva harus terdaftar, serta yang di atas 5 Kva harus memiliki sertifikat,” pungkas wagub. (cr2)






