METRO SUMBAR

49 Guru dan Kepala SMP Dibekali Pelatihan Pembelajaran Digital

0
×

49 Guru dan Kepala SMP Dibekali Pelatihan Pembelajaran Digital

Sebarkan artikel ini
PEMBELAJARAN DIGITAL— Para peserta dari seluruh kepala SMP Negeri dan Ketua MKKS SMP (Kepsek SMP Muhammadiyah) dan Sekretaris MKKS, foto bersama saat mengikuti Pelatihan Pembelajaran Digital.

PDG. PANJANG, METRO–Sebanyak 49 guru dan kepala sekolah tingkat SMP Kota Padang Panjang, telah selesai ikuti Pe­latihan Differentiated Digital Lear­ning. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Muji Sirwanto, M.Pd, Kamis (31/8), mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penelitian dari Universitas Ahmad Dah­lan, Yogyakarta dan Direktorat Riset Tekhnologi dan Pengabdian Kepada Ma­syarakat Kemendikbud Ris­tek. “Ke­giatan ini untuk optimalisasi pembelajaran digital lear­ning bagi guru dan siswanya. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar me­ngajar sangat dibutuhkan diera digital se­perti seka­rang,” sebutnya.

Kegiatan ini diikuti seluruh kepala SMP Negeri ditambah ketua MKKS SMP (Kepsek SMP Muhamma­diyah) dan Sekretaris MK­KS, di Hotel Rangkayo Basa pada Senin dan Selasa, 28-29 Agustus kemarin. “Kita harapkan dengan adanya pelatihan ini, para guru le­bih optimal lagi dalam mengajarkan digital learn­ing serta bisa diterapkan nanti di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan, Rita Yanti, S.Pd yang juga Kepala SMPN 2 menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan banyak ilmu dan tambahan pengeta­huan terkait digital learning yang sangat dibutuhkan pihak sekolah. “Kegiatan ini bagus sekali karena ada keikutsertaan dosen Universitas Ahmad Dahlan Yokyakarta dalam mendukung dan memfasilitasi para guru dan kepala se­kolah untuk menerapkan Kurikulum Merdeka,” u­jarnya.

Baca Juga  Gratis! Pemeriksaan IVA Ditanggung BPJS Kesehatan

Dikatakannya, hasil pe­latihan ini akan diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai pendekatan dalam proses pembelajaran. Seperti Teaching of Right Level, Cultural Responsif Teaching, dan So­sial Emosional Learning. “Kita berharap kegiatan seperti ini terus diadakan, karena guru akan terus belajar dan belajar,” tuturnya. (rmd)