PARIAMAN, METRO– Saat ditemukan, jenazah korban bernama Rahman (75) yang merupakan pecatan dari TNI itu, dalam kondisi tubuh yang sudah membusuk. Bahkan, wajahnya tak lagi bisa dikenali dan seluruh tubuhnya sudah menghitam dikerumuni belatung. Diduga, korban sudah meninggal sejak beberapa hari yang lalu.
Di lokasi, warga sudah berkerumun ingin melihat penemuan mayat itu. Namun, mereka tak tahan menahan bau yang sangat menyengat, sehingga hanya bisa melihat-lihat dari kejauhan. Saking baunya, warga pun menutupi hidungnya menggunakan tangan maupun masker.
Tak lama berselang, petugas Kepolisian dari Polsek Pariaman dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pariaman juga datang untuk melakukan olah TKP. Setelah itu, jenazah korban dimasukkan ke dalam kantong mayat lalu dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Pariaman untuk dilakukan visum.
Kapolsek Pariaman AKP Haryani Bahri melalui Kanit Reskrim Ipda Edi Saputra mengatakan, pihaknya setelah mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi TKP. Setiba di lokasi, korban ditemukan telentang di atas tikar dengan kondisi seluruh tubuhnya sudah mengalami pembusukan.
“Mayat itu diketahui bernama Rahman warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Korban merupakan pecatan TNI. Korban ini tinggal dalam rumah kecil yang seperti pondok itu seorang diri dan memang dia hidup sebatang kara,” jelas Ipda Edi kepada wartawan.
Menurut Ipda Edi, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, ditemukannya mayat membusuk itu berawal salah seorang warga yang mencium adanya bau bangkai yang diduga bangkai hewan. Karena penasaran salah satu warga langsung mencari sumber bau busuk tersebut, yan ternyata mengarah ke rumah korban.
“Setiba di rumah korban, warga itu langsung membuka pintu dan dibuat kaget karena menemukan ada mayat dengan posisi telentang. Warga itu kemudian memberitahukan penemuan itu kepada warga lainnya hingga dilaporkan kepada kami,” jelas Ipda Edi.
Ipda Edi menuturkan, dilihat dari kondisi tubuh korban, diperkirakan korban meninggal dunia sejak tiga atau empat hari lebih, karena sudah membusuk. Mirisnya, dari keterangan warga setempat, tidak ada yang mengetahui keberadaan keluarga korban.
“Jadi, keluarganya tidak ada yang tahu di mana Kesehariannya, korban ini hidup terlunta-lunta, hingga pemerintah desa membuatkan rumah mungil untuk tempat tinggalnya. Meski begitu, kami akan berusaha mencari keberadaan korban agar korban ini bisa dikebumikan oleh keluarganya,” ujar Ipda Edi.
Selain itu, dikatakan Ipda Edi, saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Pariaman. Dari hasil pemeriksaan , tidak ada ditemukan bekas luka aniaya pada tubuh korban. Kuat dugaan, korban ini meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
“Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda luka penganiayaan pada tubuh korban. Meski begitu, jenazah korban akan dilakukan visum untuk memastikan penyebab kematiannya,” tutupnya. (ozi)






