PADANG, METRO–Unsur pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meraih penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra tahun 2022, Selasa (29/8).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Irsyad mengatakan, DPRD Sumbar sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah dinilai KLHK sebagai lembaga yang peduli terhadap lingkungan hidup. “Penerapannya” tentu sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) seperti pembentukan perda, penganggaran hingga pengawasan. Ada 22 DPRD se Indonesia yang dilakukan penilaian oleh KLHK, DPRD Sumbar masuk dalam terbaik penghargaan tersebut.
“Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra yang diraih pimpinan DPRD Sumbar merupakan yang ketiga kalinya,” katanya.
Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2022 Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumbar juga mendapatkan, artinya ada komitmen antara Pemprov dan DPRD dalam menjaga lingkungan hidup dalam program pembangunan berkelanjutan.
Dalam hal komitmen menjaga lingkungan hidup, jelasnya, DPRD Sumbar telah membahas dan menghasilkan Perda diantaranya Ranperda Perhutanan Sosial, Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Begitupun dari segi penganggaran, dimana pengajuan Pemprov Sumbar dalam program lingkungan hidup DPRD selalu mendukung.
Dia juga bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh KLHK, sehingga kedepan bisa dijadikan motivasi untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Penerima Nirwasita Tantra untuk masing-masing kategori tertuang dalam Surat Keputusan Menteri LHK Nomor 723, 937, dan 938. Total penghargaan ini diberikan kepada 21 kepala daerah, 21 pimpinan DPRD, dan 34 pemerintah daerah.
Menteri Siti Nurbaya dalam sambutannya menyampaikan, Nirwasita Tantra merupakan penghargaan pemerintah yang diberikan kepada pemda atas keberhasilan dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan ataupun program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan, guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.
“Kita tahu persis bahwa tidak mudah untuk merumuskan serta menjaga kebijakan dasar, kebijakan operasional, dan pelaksanaannya di lapangan bagi pemda. Ini terutama pada subyek sumber daya alam dan lingkungan yang kita sebut konsistensi,” ujarnya.
Menurut Siti, green leadership merupakan sebuah kepemimpinan dengan perspektif lingkungan. Ciri-ciri pokok dari kepemimpinan model ini adalah semangat, proaktif, penuh inisiatif, dan kreatif terhadap kepentingan orang banyak dan alam semesta.






