BERITA UTAMA

DPRD Dapil Sumbar IV; Setelah Mundurnya Benny Utama

0
×

DPRD Dapil Sumbar IV; Setelah Mundurnya Benny Utama

Sebarkan artikel ini
image description

Oleh: Reviandi

Mundurnya Bupati Pasaman Benny Utama untuk maju sebagai calon anggota DPR RI asal Sumbar II membuat peta politik di Sumbar ‘bagian’ utara agak berubah. Maklum, Benny adalah politisi senior yang sangat dikenal sebagai tokoh Partai Golkar. Sekali menjabat Wakil Bupati dan dua kali Bupati, membuatnya sangat berpengaruh di Pasaman dan Pasa­man Barat (Pasbar) yang tergabung dalam Dapil DPRD Sumbar IV.

Dapil yang memiliki total pemilih 514.822 itu memperebutkan 9 kursi 2024, sama dengan Pemilu 2019. Terbagi 296.254 pemilih Pasbar, 147.599 laki-laki dan perempuan 148.655. Tersebar di 11 kecamatan, 90 nagari dan 1.286 TPS (tempat pemungutan suara). Ditambah 218.­568­­ pemilih Pasaman, laki-laki 108.561 dan perempuan 110.007 orang. Tersebar di 12 kecamatan, 62 nagari dan 941 TPS.

Benny Utama juga mengikuti Pemilu 2019 di Dapil ini dan menda­patkan suara 29.063 dari total 50.028 suara Golkar, jadi yang terbanyak kedua di DPRD Sumbar. Hanya kalah dari Caleg Demokrat Dapil III (Agam dan Bukittinggi) Ismet Amziz yang mencapai 29.782 suara. Karena maju Pilkada Pasaman 2020, Benny digan­tikan kader senior Golkar Zulkenedi Said yang mendapatkan 6.696 suara.

Menuju 2024, Zulkenedi Said kembali dipasangkan di nomor urut 1 oleh Golkar. Disusul nomor urut 2 Tommy Irawan Sandra, 3 Meilia Astuti, 4 Daliyus K, 5 Yasri, 6 Farakhdesi Asmahayati, 7 Benny Septio Guskha, 8 Sarifah Hasna dan 9 Nur Annisa. Dengan masih tetap ‘berjualan’ Benny Utama, pastinya Golkar masih akan mendapatkan tuah. Apalagi saat ini mendukung Prabowo sebagai calon Presiden.

Masih seperti 2024, Gerindra disebut tetap akan kembali menjadi bintang dan diprediksi tetap dua kursi. 2019 lalu, kursi pertama dikunci Yunisra Syahiran yang mendapatkan 27.967 suara dari total 71.817 suara Gerin­dra. Tempat kedua, Khairuddin Siman­juntak dengan 8.099 suara. Saat itu, Yunisra nomor urut 1 dan Khairuddin nomor urut 3.

Gerindra memperkuat formasi dan sedikit merombak nomor urut. Kha­i­rud­din yang punya basis di Pasaman mendapatkan nomor urut 1 dan Yunisra nomor 2. Mengejutkan, Gerindra menempatkan mantan Ketua DPRD Pasbar dan mantan Ketua DPC Gerindra Pasbar Parizal Hafni di nomor urut 3. Sekretaris DPC Gerindra Pasbar yang juga anggota DPRD Pasbar Heri Miheldi di nomor 4.

Selanjutnya, ada nomor 5 Irwan Arifin, 6 Herliza Fitri, 7 Surya Pertiwi, 8 Ali Umar dan 9 Ade Putra. Empat nama di awal diprediksi akan berjuang keras mengisi dua kursi. Meski nomor urut 2, Yunisra disebut masih menda­patkan simpati dari basis almarhum suaminya, mantan Bupati Pasbar Syahiran yang juga anggota DPRD Sumbar 2014.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang punya satu kursi 2019 atas nama M Iphan yang mendapatkan 10.870 suara dari total suara  PKS 41.536 tidak akan memiliki incumbent. Pasal­nya, M Iphan memilih naik kelas ke DPR RI dari Dapil Sumbar II di nomor urut 4. Mencoba menantang incumbent Nevi Zuairina Irwan Prayitno.  Nomor urut 1 pada Pemilu mendatang diisi Heri Supriadi.

Baca Juga  Digeruduk Warga, Wali Nagari Sungai Buluh Utara Didesak Mundur, Buntut Ketahuan Sembunyikan Perempuan, Pihak Keluarga Bakal Lapor Polisi

Heri Supriadi adalah kader senior PKS di Pasaman yang pernah me­n­jadi Wakil Ketua DPRD Pasaman 2014-2019. Pemilu 2019 berada di nomor urut 2 dan memiliki suara 10.865 yang sangat dekat dengan pemilik suara terbanyak M Iphan. Bedanya, jika M Iphan mendominasi Pasbar, Eri berbasis di Pasaman. Eri akan menjadi calon kuat pemegang kursi PKS.

Selanjutnya Yusneli di nomor urut 2, nomor 3 Erwan, 4 Artis Arjun, 5 Kholad Nasution, 6 Asmara Nini, 7 Anggota DPRD Pasbar Hanapi Lubis, 8 Aldila dan 9 Neffi Aulia. PKS disebut akan menjadi pemegang satu dari 9 kursi yang diperebutkan 17 partai di Dapil ini. PKS kemungkinan akan bersaing ketat dengan Partai Demokrat yang 2019 juga mendapatkan satu kursi.

Demokrat mungkin akan tampil berbeda di Dapil ini karena pengun­duran diri Benny Utama. Wabup Sabar AS akan menggantikan sebagai Bupati beberapa waktu ke depan. Sabar adalah anggota DPRD Sumbar 2019 dengan mendapatkan 11.896 suara dari 39.826 total suara Demo­krat. Dia mundur 2020 karena maju ke Pilkada Pasaman mendampingi Benny Utama.

Menggantikan Sabar, Demokrat mengutus Suharjono yang menda­pat­kan 6.534 suara. 2024 Demokrat memberikan kejutan dengan menem­patkan Fetri Oktri Hardi di nomor urut pertama. Fetris adalah putra mantan Bupati Pasbar Baha­ruddin R. Pernah menjadi anggota DPRD Sumbar 2004-2009, anggota DPRD Pasaman 2009-2014 dan Wakil Ketua DPRD Pasaman 2014-2019. Semuanya dari PPP.

Suharjono ditempatkan Demokrat di nomor urut 2, lebih baik dari 2019 yang hanya duduk di nomor urut 5. Selanjutnya ada anggota DPRD Pasbar Sifrowati di nomor urut 3, nomor 4 Ali Muda, 5 Alimul Hakim, 6 Reni Rianti, 7 Hamnas, Asmadi dan  9 Finni Dwinna Putri. Fetris dan Su­harjono disebut-sebut akan bersaing ketat, karena keduanya memiliki basis yang sama, Pasaman.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah langganan mendapatkan satu kursi dari Dapil Pasbar-Pasaman. 2019 duduk Donizar dengan 9.942 suara dari total 27.953 suara PKB. Sama seperti Pemilu sebelumnya, “Cak Imin” kembali menempatkan Donizar sebagai incumbent di nomor urut 1.

Donizar akan diberikan lawan yang cukup berat, Aminullah, anggota DPRD Pasaman di nomor urut 2. 2019, Aminullah mendapatkan 2.275 suara di Dapil Pasaman 4 (Padang Gelugur, Mapat Tunggul Selatan, Rao Selatan). PKB menempatkan nomor urut 3 Junny Surya Nurma Dona, 4 Zainir S, 5 Efendi, 6 Ilfa Mardina, 7 Jevi Dalton, 8 Anisa Saputri dan 9 Imam Jendri Fadlul Hakim.

PAN kembali mendaftarkan Muzli M Nur yang mendapatkan 8.494 suara dari total 23.880 suara PAN 2019 di nomor urut 1. Sama dengan 2019. Kali ini, Muzli akan ditempel anggota DPRD Pasaman Hendri di nomor urut 2. 2019 Hendri mendapatkan suara 1.466 dari Dapil Pasaman 5 (Tigo Nagari, Simpang Alahan Mati, Bonjol). Nomor urut 3 Dahliana, 4 Basio, 5 Indra­warman, 6 Oppi Miktrisia, 7 Mefral Lubis, 8 Nurmaneli dan 9 Ali Azwar.

Baca Juga  Pikap Angkut Seng Terjuni Jurang

PDIP dan PPP disebut masih akan rebutan posisi kursi terakhir pada Pemilu 2024 mendatang. PDIP kem­bali menempatkan incumbent Syamsul Bahri yang  2019 mendapatkan 6.558 dari total 23.432 suara PDIP. Kali ini, Syamsul akan mendapat saingan anggota DPRD Pasaman Muhammad Maradongan Nasution yang 2019 lalu berjuang di Dapil Pasaman 2 (Duo Koto dan Panti) dan meraih 1.238 suara. Nomor urut 3 Yunilawati, 4 Tri Tegar Marunduri, 5 Shiratil Hamid Datuk Batuah, 6 Asnimar, 7 Emilei Zola, 8 Satrial N dan 9 Primadona.

Kursi terakhir 2019 yang rentan direbut oleh partai seperti NasDem dan PBB adalah PPP yang menempatkan kembali Syawal Dt Putiah di nomor urut 1. Syawal 2019 mendapatkan 8.445 suara dari total 23.238 suara. 2024 ini, Syawal akan kembali ‘ditandem’ dengan mantan anggota DPRD Sumbar Amora Lubis di nomor urut 2. Pemilu lalu, Amora mendapatkan 4.795, berada di nomor urut 2.

Selanjutnya, yang berpotensi bisa melewati Syawal dan Amora adalah anggota DPRD Pasman Bona Lubis di nomor urut 5. 2016 Bona menda­patkan 2.708 suara dari Dapil Pasa­man 3 (Rao, Rao Utara, Mapat Tunggul). Masih ada nomor urut 3 Dwi Putri Yosa, 4 Boy Sandi, 6 Imelda Parinduri, 7 Sutarni, 8 Jumadias dan  9 Delmita Yetti.

Satu partai yang disebut berpe­luang mendapatkan kursi terakhir adalah Partai NasDem yang 2019 hanya mengumpulkan 14.133 suara. Cukup jauh dari ‘harga’ dua kursi terakhir yang diduduki PDIP 23.432 dan PPP 23.238. 2024, masuknya nama mantan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama di nomor urut 6 disebut akan membawa perbedaan. NasDem juga menempatkan nomor urut 1  Ahmad Kadafi, 2 Manus Handri, 3 Ahmega Melis, 4 Salamat, 5 Nanda Mustika, 7 Antonius, 8 Gustini dan 9 Yulisman.

Partai lainnya mungkin sangat berat mendapatkan kursi di Dapil Sumbar IV ini. Yaitu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Buruh dan Partai Ummat. Sementara Garuda tidak terdaftar di KPU Sumbar.

Perdana Menteri pertama Indonesia Sutan Syahrir pernah berkata, “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan” Maka semua partai dan Caleg sejatinya masih punya peluang di Dapil IV, meski incumbent dan partai besar sudah mempersiapkan diri dengan baik. Pas­tinya, terus berjuang saja. (Wartawan Utama)